Search

*. . . Untuk Imam, 12 . . .*


Assalamu’alaikum…..

Semoga kiranya engkau baik-baik saja disana.
Lama tak berkirim kabar padamu. Bukan karena aku sudah jemu menantimu, tapi karena ada hal yang membuatku harus berhenti sejenak menyuratimu.

Soal R I N D U jangan kau tanya, kian hari ia kian tiada terperi. Terkadang aku mencoba tuk melukis sketsa wajahmu dikanvas hatiku, tapi sulit. Begitupun bola mataku, tak mampu menghadirkan bayang rupamu. Akhirnya aku pasrah. Pasrah menanti waktu.

Kuharap kau punya R I N D U yang sama untukku.  Berlarilah……

Oh ya, kau tahu, Imam? Aku sudah selesai training tahap awal di FLP. 3 bulan serasa sekejap mata. Ilmu menulisku bertambah. Tapi aku tak tahu apakah aku lulus ditahap ini? Ku mohon do’amu. Agar kelak kisah cinta kita bisa kutuliskan dengan renyah.

Tapi sesuatu yang buruk menimpaku. Belakangan aku “Pelupa Tingkat Tinggi”, plus MALAS yang menyerangku bertubi-tubi, hingga 2 cerpen yang sedang kugarap belum ada yang selesai satupun. Entahlah. aku bingung. Ini efek rindu padamu juga mungkin. Hehehehe………

Upsss………
Uda dulu ya, sebenarnya masih banyak yang ingin kuceritakan, ini tentang bunda….
Tapi Mamiku nelpon……., jadi ku cancel dulu ceritanya…
Jangan marah ya…..
See U….

Kuingatkan lagi,
Jangan pernah lelah mencariku di ujung sajadah malammu…


Tidak ada komentar

Posting Komentar