^ . . . Untuk Imam, 4 . . . ^

Jumat, 18 Januari 2013


*Bahagia*…
Aku bertandang kekampusku tercinta…
Kangen rasanya. Padahal baru 3 bulan kutinggalkan.
Tak banyak yang berubah, hanya beberapa dekorasi saja bertambah di gedung Tarbiyah, taman disamping fakultas, dan air mancur didepan aula.
Apa kabar dosen-dosenku?
Apa kabar rekan-rekanku yang sedang berjuang menggapai wisuda bulan Mei?
Kuharap semua baik-baik saja.

                                              ******
Sudah 10 hari aku tak menulis surat untukmu Imam…,
Apa kabarmu disana?
Masihkah kamu semangat mencariku diujung sajadah malammu?
Atau malah hampeir berputus asa karena tak jua menemukanku?
Kuharap perjuanganmu kian membara, Imam…

Oya, ada banyak cerita selama sepuluh hari ini Imam…
Namun yang paling membuatku bahagia adalah bahwa seorang sahabat terdekatku kedatangan seorang lelaki sholeh minggu lalu. Ia tidak muluk-muluk.., intinya ia meminta sahabatku itu menjadi istrinya. Kontan saja sahabatku itu gugup. Mulutnya kaku. Aku paham apa yang tersirat dari raut wajahnya. Akhirnya kucoba angkat bicara tuk mewakili hatinya. Lelaki itu sama sekali tak memaksa kapan ia harus menjawab.

                                                                              *******
Tadi malam, aku menerima kabar baik darinya via sms. Tengah malam. Aku sedang tertidur pules. Namun seketika terjaga sebab hpku memekik. Ku raih HP, lalu ku baca pesan darinya..

“Alhamdulillah saya sudah terima lamaran lelaki itu. Keluarga juga setuju., mohon do’anya agar semuanya lancar”

Kau tahu Imam, semacam ada hawa sejuk menelusup bilik hatiku. Tiada henti aku mengucapkan hamdalah… hatiku bahagia tiada terkira….semoga Allah meridhoi langkah mereka.

                                                             *******
Imam, aku juga akan bahagia jika kau segera datang menjemputku.
Berusahalah…, untuk hasil kita serahkan sepenuhnya pada Allah ‘Azzawajalla.
Aku tetap sabar menanti kedatanganmu…., sembari aku berbenah diri.

Ini dulu suratku…,
lain waktu kusambung lagi,
tentu dengan cerita yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS