Kamis, 01 Agustus 2013

% . . . Untuk Imam, 28 . . . %



Semoga iman kian menapak maju, dan ibadah kian menggeliat sebagaimana bergeliatnya Rasulullah saat 10 Ramadhan terakhir. Bukan kah ia junjungan kita? :-)

Masih dalam dekapan dinginnya kota ini, aku harus bertekuk pada sebuah keikhlasan. Meski sebenarnya hatiku belum begitu ingin beranjak dari negeri seribu satu marga itu, Mam. Ada banyak mimpi di sana, tapi barangkali ia akan wujud di sini.

Imam, baru saja aku membaca sebuah tulisan yang berhasil menampar hatiku, lalu tersungkur bersama lisan yang bergetar mengurai tasbih, pun istghfar. Tentang Doa. Betapa Allah ingin berlama-lama bersama doa hambanya yang sholih, hingga doa itu seakan tak kunjung maqbul. Padahal bukan begitu adanya. Kadang, aku pun merasa demikian. Aku yang selalu berupaya terjaga saat yang lain lelap dalam buaian mimpi, meski tidak setiap malam. Aku yang berusaha keras menaklukkan nafsu agar tak tunduk pada duniawi belaka. Aku yang selalu memeluk kitab suci saat ujian mendera. Semua hanya karena mengharap kasih Allah semata. Namun mengapa doa yang paling sering kumohonkan hingga kini belum kugenggam? Adakah Allah memalingkan  muka atau bahkan tak memandang apa yang kulakukan?

Kau tau, Imam, saat pertanyaan itu muncul, setan bersigap menaburkan serbuk keputusasaan di dadaku. Untung saja ada yang selalu hadir dengan segala nasihat, kata hikmah dan kalimat-kalimat yang meluruskan. Itulah indahnya punya mereka, teman-teman yang sholih-sholihah, yang selalu berada di garis taqwa. Saling mengingatkan itu tak pernah putus.

Imam, doa itu sumber kekuatan. Maka teruslah berdoa sekali pun belum ada jawaban. Bukankah Allah telah berjanji dalam Al-mu’min: 60 Dan Rabb-mu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dan dina.”

Sesekali Allah ingin kita memperpanjang sabar untuk kemudian dikabulkannya doa lebih dari yang kita minta. Luruskan niat, jauhi yang mungkar, hadirkan hati, dan yakin bahwa Allah pasti mendengar. Dan yang paling penting, jangan lupa doa untuk kemudahan dan keberkahan pertemuan kita. :-)

Curup, Awal Agustus 2013
23 Ramadhan 1434






Tidak ada komentar:

Posting Komentar