Trio Tambun

Kamis, 05 Desember 2013


Apa jadinya jika semua manusia di muka bumi ini berbadan tambun? Tentu perkara beginian amat mudah bagi Tuhan. Dan andaikan  ini benar-benar terjadi, mungkin tak kan ada berita perkosaan dan perzinahan bertengger di laman koran setiap hari. Pun mungkin tak kan ada kontes putri-putrian, mis-misan (termasuk mis call- :P), dan semacamnya di jagad alam raya ini. Mungkin. Ya, mungkin!

Namun nyatanya Tuhan punya maksud lain dalam penciptaan makhluknya. Usah ditanya kenapa harus ada baik-buruk di bumi, juga kenapa harus ada jauh-dekat, putih-hitam, cantik-jelek, miskin-kaya, dan kurus-gemuk. “Allah Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Albaqarah:216). *ini mau nulis khutbah atau apa sih? :D*

Well, nyatanya saya agak kesulitan harus memulai tulisan ini dari mana. Terus terang saya sedang tidak menuliskan sebuah ceramah untuk anda-anda semua. Saya hanya ingin bercerita tentang Si Trio Tambun yang menggelitik hati saya. Jadi jika mukaddimah di atas tidak nyambung dengan cerita saya, ya nyambung-nyambungkan sajalah. *maksa niye. :)*

Di dunia ini, banyak sekali yang paranoid dengan bobot lemak berlebih. Terlebih kaum perempuan yang sehari entah berapa kali muter-muter depan kaca demi melihat perkembangan body. Bahkan ada yang rela pensiun makan enak demi mempertahankan keindahan lekuk tubuh yang dielu-elukan wanita masa kini. Bagi lelaki idealis, perut buncit adalah hal yang paling ditakuti. Maka tak sedikit yang mati-matian fitness dan olahraga demi terbentuknya otot-otot yang macho. Dengan fakta ini, maka dapat disimpulkan bahwa kegemukan bagi sebagian orang dewasa adalah hal yang sangat mengerikan. Sebab akan tipis peluang emas mengincar si kaya tampan atau si cantik pintar.

Lain halnya dengan para bayi dan bocah-bocah yang masih berseragam merah putih. Kegemukan adalah hal yang terkadang cukup menguntungkan. Sebab akan banyak orang yang gemes sehingga bela-belain merogoh kocek demi sebuah ciuman dan cubitan di pipi montok si bocah. Seperti tiga muridku ini. (gambar). #Aslinya lebih montok dari gambar ini lho. :D



Paling kiri adalah Edo, kelas 5 MI, yang tengah Sandi Aiko kelas 4 dan yang kanan Ilham, juga kelas 5, sekelas dengan Edo. *kalo segede ini mah udah gak mungkin ditodong pipinya kan ya? Kecuali omaknya* :D

Yang kuperhatikan sih ketiga bocah ini punya kemiripan. Kulit yang sewarna; bersih, hidung yang sama pesek dan postur badan yang bulat kayak terong. Berkat postur yang berlebih ini, ketiganya dinobatkan menjadi penabuh bas drumband yang ukurannya senada dengan body yang mereka punya. Mataku tahan berlama-lama sekedar menatap mereka memukul drumb itu saat latihan. Gregetan aku. Sumpah!

Apalagi pas waktu tampil saat pawai pembukaan MTQ Rejang Lebong bulan lalu, ketiganya tampil pake seragam loreng plus kaca mata hitam. Saat menabuh drumb, tangan mereka persis seperti bodyguard dari India. Bikin ingatanku melayang pada kakanda Amir Khan kyut lagi imut. *hasyah!*

Demikian soal si Trio Tambun.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS