Cara Waras Agar Tidak Menjadi & Korban Pelakor

Rabu, 30 Agustus 2017

Semestinya tulisan ini saya posting sehari sesudah dipostingnya Euforia Pelakor. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya tulisan ini bisa terbit sekarang. Tak usah pala bertele-tele, yok langsung saja kita simak tips waras versi saya ini. semoga bermanfaat ya gaes!

Sebelum menjadi pelakor, berpikirlah terlebih dahulu. Jika kamu muslim, resapilah makna hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi oran lain”. Jika ditelisik, menjadi pelakor itu lebih banyak mudhoratnya ketimbang manfaatnya. Maka sekali lagi, berpikirlah!

Bagi kamu yang perempuan, berikut tips agar kamu tak menjelma jadi pelakor.

1.    Pahamilah bahwa menikah itu adalah bagian dari mencari ketenangan jiwa raga. Maka sungguh, pelakor itu tak kan         pernah tenang di manapun dan kapanpun. Kalau pun tampak tenang di luar, jangan bohong! Bahwa nurani akan terus         merasa bersalah.

2.    Tanyalah jujur hatimu, jika suamimu yang direbut orang, apalagi dengan cara tak patut, relakah? Jika hatimu         sensitif, maka pertanyaan ini lebih dari cukup untuk membuatmu tidak menjadi pelakor.

3.    Sekiranya kamu janda, jadilah janda terhormat. Tak ada larangan mencari jodoh kembali, tapi mesti dengan cara yang         terhormat pula. Pilihlah duda yang sudah ditinggal mati istrinya, atau duren yang megang surat cerai resmi dari         pengadilan. Jangan yang menggantung, bisa luntang lantung kamu nanti kalo menjalani hubungan dengan duda begini.

4.    Jika kamu gadis, maka peluang mendapatkan perjaka masih besar. Tak usah pusingkan presentase populasi antara pria         dan wanita. Allah sudah mengatur semuanya. Tinggal kita yang meraihnya dengan cara hinakah atau dengan cara yang         diridhoi.

5.    Dan jika kamu wanita bersuami, maka pandanglah suamimu saat tidur. Catat segala kebaikannya. Dengan begitu kamu tak         akan memerlukan lelaki lain, sememesona apa pun ia. Bagaimana jika suamiku kasar, jauh dari kata baik? Kamu punya         pilihan; berubah dan bergerak pada kutub positif bersama-sama atau lepaskan. Itu saja. Kalau sudah lepas, kamu         bebas cari yang lain lagi. Tapi ingat, Allah membenci perceraian, meski pun halal.

6.    Jauhi gaya hidup yang jauh dari tuntunan agama.

7.    Pilihlah teman yang mendukungmu pada kebaikan, bukan malah melemparmu ke jurang kenistaan.

8.    Tetaplah berdoa pada Allah agar terlindung dari godaan syetan yang terkutuk, jauh dari maksiat. Dan mohonkanlah         jodoh pilihan Allah yang paling baik  (bagi jomblo), dan keistiqomahan dalam mencintai pasangan (bagi yang sudah         menikah).

9.    Ingat mati! Sebab ia akan menjadi alarm saat kita akan berbuat buruk dan dosa.

        Dan untuk kamu para lelaki, ini cara waras agar tidak mudah jatuh pada pelukan dan godaan wanita yang tidak halal bagimu:

1.    Ingatlah bahwa kamu LELAKI, yang dipundakmu terpikul tanggung jawab besar terhadap diri sendiri dan keluarga.

2.    Simpanlah baik-baik memori perjalanan jodohmu. Jika awalnya pahit, maka istrimu adalah orang yang paling berhak         mereguk manis bersamamu di kemudian hari.
 
3.    Jika kau merasa istrimu sudah tak cantik lagi, maka pandanglah wajahnya ketika tidur. Di sana akan kau temui         keikhlasannya melepas separuh kecantikannya demi mengurus segala keperluanmu dan anak-anakmu.

4.    Catat segala pengorbanan dan kebaikan istrimu. Dari survey kecil-kecilan yang tidak sengaja saya lakukan, sebagian         besar yang punya selingkuhan atau istri kedua dan ketiga mengakui bahwa tak ada yang lebih baik dari yang pertama.

5.    Rekamlah sejarah orang-orang yang khilaf. Yang kaya menjadi papa setelah terlena dengan wanita mudanya, yang gagah         jadi pesakitan setelah berasyik masyuk dengan wanita simpanannya. Dan yang jaya menjadi hina setelah lalai dengan         selingkuhannya. Kenapa ini bisa terjadi? Karena di rumahmu banyak hati yang terlukai dan teraniaya. Bukankah doa         orang teraniaya itu lempang tanpa penghalang menembus langit yang tujuh?

6.    Jangan beri kesempatan pada wanita mana pun yang bukan mahrammu untuk curhat kepadamu, sekalipun ia sahabat karibmu         semasa kecil dan sekolah. Karena dari sini sering bermula petaka.

7.    Jika Allah menitipkanmu materi yang berlimpah, ajaklah istri dan anak-anakmu ibadah umroh, haji, jalan-jalan ke         luar negeri menapaki sejarah Islam, dan bersedekah banyak-banyak.Itu lebih baik dan berpahala bagimu dari pada         menggendutkan saldo selingkuhanmu yang belum tentu bersamamu saat susah dan payah.

8.    Hindarilah gaya hidup yang jauh dari tuntunan agama

9.    Berdoalah pada Allah agar selalu membimbingmu menjadi imam yang baik dan tak meninggalkanmu dari cahaya dan         cintaNya.  Dengan begitu engkau akan tetap takut kepadaNya, sehingga segala laku dan tindakmu akan bersandar pada         keridhoanNya.

Demikian tips yang bisa saya bagi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya, kamu dan kita semua. Dan semoga Allah selalu melindungi kita dari segala fitnah dunia, terkhusus laki-laki yang rawan terkena fitnah yang dulunya 3Ta sekarang menjadi 4Ta; Harta, Tahta, Wanita dan Kuota.

Sampai ketemu pada topik tulisan yang berbeda.

8 komentar:

  1. Deg-degan juga nih mbak kalau suami diambil orang.. Apalagi banyak kejadian di sekitar, teman, sodara yang suaminya diambil pelakor. Tipsnya bagus ini mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..deg2an banget. Kadang suami kita sudah baik eh malah digoda. Lama2 gak tahan iman kejadian juga. Na'udzubillahi min dzalik.

      Hapus
  2. Seriusss....aku gak akan tau pelakor itu apa walau udah baca sampai habis...sukurnya ada org disebelah yg bisa ditanyak������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya baca dong postingan sebelumnya, euforia pelakor

      Hapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS