Senin, 07 Agustus 2017

Tips Memilih Teman Curhat


Apa kabar di Senin tralala ini sob? Semoga tetap ceria ya meski kembali ke rutinitas kerja. Well, setelah kemarin kita bahas tentang lingkaran gosip, hari ini saya akan coba bagikan tips memilih tempat curhat yang tepat. Sebab kalau salah pilih, urusannya bisa sepanjang jalan kenangan. Apalagi kalo yang mau dicurhatkan itu masalah yang terlalu pribadi atau privasi. So, penting banget ya kita bijak dalam memilih.
Berikut tips untuk memilih teman curhat yang pas mantap versi saya.

Pertama, pastikan teman yang mau kamu curhati itu bukan ember bocor. Karena kalo sudah bocor susah nambalnya. Kalo pun berhasil, tambalannya tak kan bertahan lama. Caranya, amati tingkah dan pembicaraannya setiap kali kalian bersama. Jika disetiap pertemuan dia sering atau selalu membicarakan orang lain, maka doi bisa kamu blacklist dari target tempat curhat. Karena realitanya, bila kita sering nimbrung di majelis gosip meski tanpa disengaja, maka saat kita tidak ada, kitalah yang akan digosipi. Ingat lho, sekali pun teman dekat, belum menjamin dia akan tahan rahasia. Maka teliti baik-baik ya.

Kedua, pilih teman curhat yang berkapasitas dengan masalahmu. Karena satu orang teman belum tentu bisa memberi solusi untuk berbagai permasalahan. Mungkin soal keuangan bisa dicurhatkan ke si A, soal jodoh dan rumah tangga ke si B, soal keluarga ke si C dan seterusnya. Jadi ditelisik benar-benar siapa target paling top untuk mendengarkan curhat dan memberi solusi.

Ketiga, bergaullah seluas-luasnya. Karena tempat curhat bukan harus teman sebaya. Bahkan nenek-nenek samping rumah yang tiap pagi ngunyah sirih pun bisa jadi top level listener. Gak usah malu lah akrab dengan nenek-nenek, orang-orang yang demikian yang seharusnya didekati. Karena pengalaman hidupnya sudah bejibun. Bagi kamu yang masih bujang gadis, apalagi jomblo, tak ada salahnya dekati buk ibuk pengajian. Siapa tau dengan sering cerita dan curhat kamu bisa kayak saya yang jalan jodohnya lewat ibu-ibu pengajian. Cihuyyyy….

Keempat, jangan mudah terpancing dengan pertanyaan yang mengandung jebakan. Kamu harus paham bahwa dari sepuluh calon pendengar, delapan diantaranya hanya sekedar ingin tahu dan kepo. Bukan benar-benar peduli. Maka kamu harus hati-hati dalam membaca situasi. Ada tipe manusia yang lihai sekali dalam memancing, sehingga kita terkesan bercerita sendiri tanpa ditanya. Akhirnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, masalah kamu sudah menjadi konsumsi publik. Contoh yang pernah saya alami begini; sebut saja namanya Upik. Saat saya sedang ngobrol dengannya, tiba-tiba dia bilang gini, “kamu enak, suami istri bisa nabung dua-dua”. Jleb! Saya heran dan bertanya-tanya. Sotoy nih orang. Dari mana pula dia tau tabungan saya dan suami berbeda. Sedang saya tak pernah cerita soal itu padanya. Tapi karena saya sudah mulai paham wataknya, maka kalimatnya itu saya senyumin aja. Padahal maksud dari kalimatnya itu tak lain dan tak bukan adalah agar saya bercerita berapa penghasilan rumah tangga saya padanya. Mungkin maunya saya jawab begini, “nggak ah..mana bisa kami nabung dua-dua, wong penghasilan Abang cuma sekian. Untungnya saya masih waras. Untuk apa pula saya bercerita penghasilan. Itu kan privasi. Lagian apa pentingnya coba buat dia. Tapi karena kebiasaan kepo dan ingin tahu tadi, hal yang tak penting untuknya pun pasti diselidiki agar ada bahan cerita. So, hati-hati ya dengan tipe yang begini. pelajari betul-betul. Tak semua perkara harus dibagi dan diceritakan.

Terakhir dan yang terpenting, berdoalah pada Allah agar selalu ditemukan dan didekatkan dengan orang-orang yang taat, amanah dan peduli. Tentu saja dengan ikhtiar kamu juga. Boleh berteman dengan siapa saja, bahkan dengan penjahat sekali pun. Tapi harus pandai memagar diri agar tak sampai terwarnai. Kalo bisa kitalah yang mewarnai, tentu memberi warna kebaikan, bukan sebaliknya. Sudah paham juga kan ya dengan hadis Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Demikian ya..semoga kita bisa memilih teman terbaik yang selalu menggandeng ke jalan kebaikan, bukan menjerumuskan. Sampai ketemu di tulisan berikutnya. Makasih…

11 komentar:

  1. wahh edisi curcol ini yah mb wkwkwk... tau aja para mahasiswa dan anak kost lagi galau wkwk

    BalasHapus
  2. curhat boleh, asal tidak curhat keberlanjutan wkkwkwk

    BalasHapus
  3. Emang harus hati"ya mbak milih temen curhat hehe

    BalasHapus
  4. enakan curhat sama shabat mbak klo ad sahabat. Hheh

    BalasHapus
  5. Siapa pun tempat curhat yg penting amanah dan terpercaya.

    BalasHapus
  6. Apalagi curhat di Medsos. Bisa dicibirin rame2 deh

    BalasHapus
  7. Ni perlu hati hati banget jangan sampai salah
    Klo slah bisa bahaya apalagi curhat di fb ya hehe

    BalasHapus
  8. Mencari teman utk curhat memang harus sangat hati2 mbak, dan kita sebagai yang mau curhat juga jgn terlalu detail curhatnya, meskipun percaya sama orang tersebut. Sebab, hati bisa berubah :)

    BalasHapus
  9. Curhat ke allah swt adalah yg terbaik . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kekadang Allah memberi jalan keluar melalui perantara seseorang. Jadi dalam kondisi tertentu perlu curhat pada keduanya. :)

      Hapus