Rabu, 18 April 2018

Ada yang kering dari hati
Kuraba ia
Musabab apakah?

Ada yang gersang dari jiwa
Kuselusuri ia
Oleh apakah?

Meraba, menyusuri, menelisik
Lalu nelangsa.

Hei...
Aku terperanjat
Bilik kecil bernama nurani menukik, pekik.
Memecah segala pencarian.

Kau linglung?
Aku menunduk.
Tak jua kau temukan sebabnya?
Aku menggeleng.

Coba kau kira,
Berapa lama kau tak mereguk manisnya sepertiga malam?
Berapa waktu kau tak merasai sejuknya fajar?
Berapa pagi pula tak kau datangi dhuha?
Dan, berapa digit mentari tak kau baca ayat-ayat pengobat luka?

Oh...ulu hatiku nyeri

Karena itu?
Nurani menunjuk bocah mungil di pangkuanku.

Hahaha...
Kau sungguh terlalu.
Bukankah kau paham perkataan tuhanmu bahwa anakmu adalah bagian dari ujian hidupmu?

Beraninya kau kurangi hak tuhanmu atas nama sibuk!
Tak ingatkah, kau hampir menangis darah memelas meminta kehadirannya bukan?
Lantas setelah diberi kau menjauhinya?
Balasan macam apa yang kau pertontonkan, Nyonya?

Cukuuuuuuuuup..!!
Kepalaku bagai dihantam palu godam
Aku telah terdampar jauh di gurun yang entah.
Merindu air, padahal aku sendiri pemegang kunci mata airnya.
Mendamba sejuk, padahal di genggamanku embun segarnya.

Allah....
Maafkan aku!
Tuntuni aku untuk kembali menempuh sebenar jalan yang mustaqim.
Selama masa,
Sehabis usia.

Bengkulu, 17 April 2018


20 komentar

Aamiin Ya Robb..
Membaca ini saya jadi muhasabah diri.. makaish puisinya mbak..

Salut mba, bikin puisinya apik tenan. Sukses selalu ya berbagi sajaksajak indahnya.

aamiin ya mbak.
semoga ditunjuki jalan yang lurus..

Aamiin
Jadi pengingat untuk aku juga ini.

Kukangen nulis puisi... Ah, diingatkan dengan tulisannya mba Lia. Makasih

Saya sendiri gak tau kawan2 ini puisi apa bukan. Ini hanya sebentuk curahan hati saja. Semoga kita selalu dalam genggaman hidayah Allah

aamiin
orang yang belum paham tentang puisi ini mau belajar nulis puisi mbak hehe

Waduh... aku paling susah untuk memahami puisi. Setiap kata maknanya dalam. BTW, puisinya keren kak Lia ^^

Masyallah mbak.. Aku suka puisi mbak ini.. Keren.

Bagus sekali mbak, jadi ingat banyak kesalahan kita sebagai manusia

Mbak puisinya bagus.. Anin suka..

Kemudian serasa ditampar. Duh mbak, aku masih butuh belajar banyak soal agama.. >.<

Jadi yang duduk pake jilbab hitam itu dirimu ya maa

Saya suka puisinya 😍😍

Kalo sedang gundah, emang waktunya banget berdialog dengan nurani ya mbak, biar ademan. Btw, puisinya bagus, pesan moralnya so deep. :)

Iya mak, senja di benteng kebanggaan Bengkulu

Terima kasih kunjungannya kawan2. Semoga kegundahan hati saya mewakili teman2 semua, sehingga kita tetap menjaga iman agar tak terlalu jauh dari Allah ta'ala.

Puisi bagus mba. Inspiring.



Konversi Kode