Featured Slider

Eksotisme Mandi Parfum Vitalis Body Wash




Rencana Tempat Tinggal:
Ingin tinggal di daerah laut

Begitu aku tulis di proposal ta’aruf sekitar 5 tahun yang lalu. Jika ditanya kenapa, karena aku memang merasa gak cocok tinggal di daerah dingin. Sebagaimana yang kita tau bahwa di daerah dingin itu kan ikan laut agak-agak sukar ditemukan. Kalaupun ada, jarang dapat yang segar. Sedangkan diriku sungguh pecinta seafood sejati. Makan tanpa ikan laut rasanya hambar gaes. Mungkin karena dalam darahku mengalir darah seorang pelaut yang ulet lagi penyayang. Jadi dari orok sukanya ya ikan laut. Aku membuka diri pada ikan tambak dan sungai ya baru-baru ini saja. Itu pun sangat jarang kumasak di rumah. Ini kenapa jadi bahas ikan sih?

Well! Emang sudah pernah nyoba tinggal di tempat dingin? Coba gih, adem lho!

Sudah, Mak! Sekitar dua tahun aku tinggal di Kota Sejuk Curup, Rejang Lebong, Bengkulu. Bermukim di rumah adik bungsu emakku. Dan selama itu pula aku berdoa pada Allah agar sudilah kiranya memberiku jodoh yang tinggalnya di daerah laut. Dengan merayu-rayu, kuyakinkan terus diri bahwa segala pinta akan diijabah. Nyatalah ia di pertengahan Oktober 2015 lalu. Aku menikah dan diboyong tinggal di kota Bengkulu. bahagianya double, cuy!

Pengalaman Mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2019


Anugerah Pewarta Astra 2019

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Hanya syukur yang terucap ketika aku menerima sebuah email dari panitia Anugerah Pewarta Astra 2019. Bersama email tersebut aku diminta mengirimkan 3 item kelengkapan administrasi sebagai calon pemenang. Allahu Akbar! Baru dinyatakan sebagai calon saja hatiku sudah basah. Tiada menyangka akhirnya tulisan Pemuda-Pemuda Peduli Sidat yang kurajut mampu mencuri hati dewan juri. Dan seminggu sesudahnya, Kamis, 12 Maret 2020 aku dinyatakan sebagai pemenang favorit melalui channel youtube SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia) yang ditayangkan secara live.

Aku kembali memuji kebesaran Tuhan yang maha kuasa. Sungguh kalau bukan karenaNya, aku tidak bisa apa-apa. Terus terang aku menginginkan juara 1 sebenarnya. Hadiah berupa mobil Ayla lah yang menjadi motifnya. Sungguh alasan dan keinginan yang manusiawi sekali. Namun saat harus menerima kenyataan sebagai juara favorit pun, tetap saja rongga dadaku sesak oleh syukur yang tiada tara. Yakin gak kecewa? Sebagai manusia, pasti rasa kecewa itu ada. Tapi porsinya kecil sekali. Sebab aku juga tau diri. Betapa hebat dan bagus-bagusnya tulisan para peserta yang ada. Bahkan aku baru menyadari sesuatu; tentang NIAT!

Sisi Lain Ikhtiar Kehamilan

doc.pribadi
Dear pasangan yang sedang menanti buah hati,

Sungguh aku memahami perasaan kalian yang tak jua kunjung dikaruniai momongan. Tentu kalian juga sudah melakukan ikhtiar mulai dari dokter sampe ke tukang urut. Tiap bulan was-was dan berharap tamu bulanan berhenti bertamu. Ada pula yang selalu menangis saat mengetahui orang lain lagi hamil. Yang paling mengenaskan saat mendengar ocehan orang lain yang seakan-akan lebih kuasa dari pada tuhan. Take a long breath, keep calm and be patient dear!

Apa yang kalian lakukan sebagai bentuk usaha sudah benar. kadang, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga diperlukan pengorbanan dan kesabaran seluas samudera Hindia dan kebesaran jiwa sebesar gunung Uhud. Namun disela ikhtiar medis dan obat kampung yang dilakukan, ada ikhtiar lain yang kadang luput dari perhatian, padahal ianya merupakan ikhtiar yang cukup berpengaruh. Well, let’s see!

Adab Makan dan Minum Saat Bertamu



Bismillahirrahmanirrahim

Semua kita tentu pernah bertamu, baik bertamu ke rumah saudara, teman, maupun bertamu sebagai tamu undangan sebuah hajatan seperti pesta pernikahan, khitan atau sekedar arisan. Sebagai tamu yang baik, ada adab-adab yang perlu dipahami agar kita tidak sampai menyakiti tuan rumah. Dari sekian adab-adab ini, saya hanya ingin menekankan kembali satu adab yang sering kita abai. Ialah adab mencicipi hidangan tuan rumah.

Kawan, saat tuan rumah menghidangkan makanan atau minuman, sebutlah kita sedang bertamu ke rumah seseorang, makan dan minumlah selayaknya. Misal, tuan rumah hanya menghidangkan teh atau air mineral cup, maka minumlah sampai habis. Jangan sekali-kali kita pamit pulang dengan meninggalkan sisa minuman. Itu minuman di beli oleh tuan rumah. Apalagi air cup yang harganya memang hanya 500 rupiah, tapi kita tidak pernah tau ternyata 500 rupiah itu berharga sekali bagi tuan rumah untuk menggenapi uang sekolah anaknya misalnya. Tapi demi memuliakan tamu, ia bela-belain membelikan minuman itu.

Demikian juga teh, kopi atau syrup, itu semua dibeli. Maka habiskanlah. Siapa yang akan meminum sisanya coba? Pasti akan berujung ke pembuangan sampah, dan bertepuklah syaitan karena kita terlah memubazirkan sesuatu. Kalo kita tidak terlalu haus, minumlah sedikit lalu sisa air cup nya dibawa pulang.  Jika tidak suka? Maka katakanlah dengan santun bahwa kita tidak minum kopi dengan terlebih dahulu meminta maaf, mintalah ganti sesuai yang kita mau. Air putih saja misalnya.

Pemuda-Pemuda Peduli Sidat


“Periuk beras dan asap dapur kami mengepul dari sentruman ini. Kalau kalian datang ingin merubahnya, sama artinya merusak dapur kami. Maka kalian yang akan kami sentrum”
Demikian kata-kata yang diterima Randi beserta dua rekannya saat datang menawarkan kerjasama pada salah satu nelayan ikan sidat di Bengkulu Utara. Kata-kata yang bikin merinding bulu kuduk. Salah sedikit saja merespon kalimat itu, bisa jadi nyawa pun melayang. Untunglah Randi dan kawan-kawannya mampu meredam gejolak emosi nelayan ini hingga keadaan semuanya baik-baik saja.

Adalah hal yang wajar jika emosi tersulut ketika sebuah kebiasaan yang sudah menjadi mata pencaharian ‘diusik’ oleh orang yang tak dikenal sama sekali. Sebab itu Randi dan timnya memaklumi penolakan sang nelayan. Apalagi ini bukan nelayan yang pertama dijajaki. Sudah ada puluhan nelayan sebelumnya melakukan penolakan yang sama, namun akhirnya mereka takluk dengan misi yang dibawa Randi dan rekannya.

                                                                                  *****

Bank Penyimpanan Sel-Sel Reproduksi

Sebagai manusia normal, tentunya setiap orang menginginkan keturunan untuk melanjutkan generasi. Namun tak semua beruntung dalam hal ini. Yang Maha Kuasa telah mengatur siapa saja yang Ia beri keturunan siapa saja yang tidak. Meski demikian, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berketurunan. Kemandulan dapat terjadi kepada siapa saja baik pria maupun wanita. Hal ini bisa terjadi karena kondisi kesehatan ataupun keturunan. Risiko kemandulan yang saat ini sering terjadi adalah kemandulan akibat kanker pada organ reproduksi pria atau wanita, terlebih di usia muda.

Tetapi saat ini, di belahan bumi barat sana sudah diterapkan sistem pembekuan sel telur dan sperma untuk mengatasi infertilitas. Misalnya begini. Seseorang sebenarnya subur. Namun karena penyakit yang di derita (semisal kanker), pengobatan yang dilakukan berupa kemoterapi kemungkinan akan menghambat kesuburan. Jadi sebelum pengobatan berlanjut, seorang wanita atau pria bisa melakukan pembekuan sel telur maupun sperma saat masih subur. Sel-sel itu akan di simpan untuk kemudian bisa dipakai atau disuntikkan kembali ke rahim jika ingin hamil kembali setelah selesai melakukan pengobatan kanker.

3 Produk Sariayu Ini Cukup Membuatmu Cantik Seutuhnya



Dear sahabat dahliasiregar.com,

Ada yang gak kenal dengan brand Sariayu? Rasanya gak mungkinlah ya. Sekelas remaja pubertas saja pun sepertinya sudah tau dengan brand ini. Secara, Sariayu ini telah lahir jauh sebelum saya memecah tangis pertama di dunia ini. Bisa di bilang produk-produk Sariayu ini adalah produk turun temurun dari nenek moyang. Tapi, sebagai perempuan yang cukup lama gagap kosmetik, aku cuma familiar dengan namanya aja tanpa memakai produknya. Anyway, aku suka sekali lho dengan nama brand Sariayu Martha Tilaar ini. Martha Tilaar-nya itu lho yang kedengarannya unik dan cakep. Sampe aku pernah kurang kerjaan mikir, itu ibunya buk Tilaar kok keren kali sih bisa ngasi nama anak seunik itu. Haha..

Hingga akhirnya, 15 Desember lalu aku berkesempatan ikut dalam acara gathering Blogger Bengkulu bersama Sariayu di room meeting hotel Amaris Bengkulu. Acara dipandu oleh mbak Suci yang juga merupakan konsultan produk Sariayu. Dilanjutkan dengan perkenalan lebih jauh dengan Sariayu bersama mbak Eka Susanti yang merupakan supervisor Sariayu di Bengkulu. Sungguh, aku merasa kecil di sana, sebab  dalam dunia per-make up-an aku gak punya prestasi apa-apa. Apalagi mengenal jenis-jenis produk dan kegunaannya, ampun deh.