Jejak Persalinan

Masuk bulan ke sembilan usia kandunganku, rasa di hati mulai bercampur aduk. Ada rasa gak sabar ingin melihat wajah si buah hati, dan tentu saja ada juga rasa  takut akan bayangan persalinan yang kata orang-orang sungguh mempertaruhkan nyawa. Tapi sungguh, apa pun yang terjadi aku siap menghadapi kecuali satu; OPERASI!

Jejak Kehamilan

Image result for bunga
Pagi itu, Sabtu, 4 Maret 2017 aku tespack dengan rasa setengah hati. Aku melakukannya hanya untuk memenuhi permintaan suami. Sebab besoknya, Minggu 5 Maret 2017 kami mau berangkat ke Jakarta buat holidei, mumpung si Abang dapet cuti seminggu. Kata si Abang kalo hamil batal berangkat. Ya aku manut aja. Kenapa coba aku sampe setengah hati tespack itu? Ada dua alasan untuk itu. Pertama, aku sudah berkali-kali tespek dan itu negatif. Hiksss..selalu nangis bombay liat hasilnya. Kedua, karena pada tanggal 2 Maret keluar flek, dan itu tepat di tanggal haidku. Jadi kupikir itu haid beneran. Hanya saja itu flek cuma keluar pagi. Siangnya berhenti. Kupikir “penyakit” beberapa bulan lalu kambuh. Jadi aku cuek aja.

Dilema Amplop dan Sejatinya Pesta



Melihat grup WA Bobe yang siang ini ngerumpi soal amplop pesta yang katanya di buka depan mata, dibacakan lalu dicatat, yang kemungkinan bikin malu lebih tinggi, saya jadi tergelitik untuk menuliskannya berdasarkan sudut pandnag saya sendiri. kebetulan pulak hari ini saya belum menulis apa pun di blog. So, very much thanks to Bobe yang sudah memantikkan ide menulis saya hari ini.

Mari kita bedah perkara amplop di setiap pesta yang ada sekarang ini. Saya akan mulai dengan sebuah riwayat yang saya baca di buku Muslimah Wedding-Bila Hati Rindu Menikah karya Abu Muhammad Waskito.

Aku, Kau dan Tahun Kedua Pernikahan Kita, (Part 2)

Image result for pernikahan

Lalu, bagaimana masa kelam dan masa gelisah di sepanjang rumah tangga kita ini? Ah, itu lebih unik lagi.

Bagiku, rasanya belum ada masa kelam yang terlalu serius kujalani denganmu sepanjang dua tahun ini. Kalau wajahku yang sering kelam dan suram mungkin iya. Apalagi kalau hatiku sedang bergejolak dan emosi. Payah kali kuajak wajahku ini berkompromi untuk bermuka dua. Tak pande kali aku lagi emosi tapi tersenyum. Padahal tuntunannya tau kalinya aku, Bang, bahwa dalam keadaan apa pun seorang istri harus tetap tersenyum manis di hadapan suaminya. Tapi sampe kini belum lulus-lulus juga aku pelajaran yang satu ini. Kalau lagi jengkel ya jengkel, lagi marah ya marah. Mungkin Abang sudah paham betul kalo aku marah bawaannya pasti diam. Sedangkan engkau sendiri sudah pernah bilang,  “marah boleh, tapi lima menit aja. Jangan diam seharian. Abang gak mau didiamin. Kalo ada kendala kita bicara aja baik-baik ya”.

Aku, Kau, dan Tahun Kedua Pernikahan Kita

    

Dalam melayari bahtera rumah tangga
Ada masa kelam dan masa gelisah
Jangan nafsu diikut melulu
Sabar dan bermaafan itu perlu
(Hijjaz: Selamat Pengantin Baru)


Potongan bait nasyid Hijjaz ini merupakan alarm bagi para bujanghidin dan bujanghidat yang sudah berniat ingin memulai biduk rumah tangga. Pun sebagai bel peringatan bagi para mukminin dan mukminat yang telah berlayar mengarungi samudera pernikahan, bahwa kehidupan rumah tangga tak selamanya perkara romantisme dan bunga-bunga keindahan yang diumbar-umbar pilem India dan drama Korea selama ini. Banyak kenyataan yang kadang tak sesuai dengan harapan, dan banyak pula persoalan yang kadang tak senada dengan bayangan. SELAMAT DATANG DI DUNIA RUMAH TANGGA, DUNIA NYATA YANG PENUH DENGAN DIMENSI KOMPLEKS KEHIDUPAN! Dan, inilah rumah tanggaku..

Ironi Pengemis Elit


“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga  ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya” (muttafaq Alaih, H.R. Bukhari no 1474 dan Muslim 1040)

Saya sedang tidak membicarakan para peminta-minta di jalanan, di lampu merah, di gerbang-gerbang kampus, maupun di pasar-pasar. Sebab saya pikir sudah terlalu klise membahas mereka yang sebenarnya kebanyakan masih mampu bekerja, mampu mencari penghidupan tanpa harus menengadah menghinakan diri. Kali ini saya hanya ingin mencurahkan keresahan saya terhadap orang-orang tertentu yang membuat lini kehidupan ini kian memprihatinkan.

Menikmati Sensasi Robusta Gading Cempaka

Hei, kamu! Iya, kamu; para pecandu kopi. Sini saya bisikin sesuatu, pasti kamu suka. Duduk manis di sini ya, simak bisikan saya soal minuman favorit kamu itu.



Pernah dengar kata “Robusta”? Ah, aku pun baru tau belakangan ini. Terus terang saja, aku bukan pecandu kopi. Jadi wajar saja jika kosa kata yang kupunya terkait kopi agak-agak memprihatinkan. Aku baru berkenalan dengan si robusta ini sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu robusta hadir memperkenalkan diri lebih dekat kepada kami; Blogger Bengkulu dalam agenda kelas blogger kedua. Ia muncul dalam cup mungil polkadot merah membawa aroma yang khas, hingga konsentrasiku pada materi kelas sedikit buyar. Lagian, si robusta ini agaknya datang tepat waktu, yakni saat mata mulai merindukan kasur empuk dan angin yang sepoi. Langsung saja ia kuseruput. Seteguk, dua teguk, dan oh.....ternyata nikmatnya beda.

Tips Hidup Sehat dan Memasak Enak Tanpa MSG


Hidup alami menjadi satu-satunya alasan kenapa orang zaman dahulu (sebut saja nenek kita) badannya bugar meski usianya kian renta. Bahkan seorang Mbah yang sudah punya generasi ke empat di depan rumah bibi saya masih gagah tanpa bungkuk sedikit pun. Senyumnya masih rupawan karena giginya masih awet, lengkap dan utuh. Beda sekali dengan gigi saya yang sudah kena tambal di mana-mana, lebih parah dari ban bocor. Hahaha.. Padahal usia saya dan si Mbah bagaikan jarak Benteng Marlborough dengan Taj Mahal.

Refleksi Muharram





“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu sendiri dalam bulan yang empat itu.” (Q.S. At Taubah: 36)

Tips Menjadi Guru Ngaji Berkelas


Saat akan memulai tulisan ini, saya teringat sebuah cita-cita mulia seorang sarjana, malah sudah S2 pun kalo saya tidak salah ingat. Tinggi-tinggi sekolah, cita-citanya tetap ingin menjadi guru PAUD dan TK. Sebagian orang awam mencibirnya. Maklumlah, omak-omak kita di kampung-kampungkan kalo sudah sarjana bayangannya ya kerja kantoraran, pake dasi, jas, blezeran, sepatu hak tinggi yang mengkilap, lengkap dengan tas jinjing yang elegan. “Kalo Cuma jadi guru TK mah tamat SMA pun bisa”, begitu pikiran mereka.

Cara Waras Agar Tidak Menjadi & Korban Pelakor

Semestinya tulisan ini saya posting sehari sesudah dipostingnya Euforia Pelakor. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya tulisan ini bisa terbit sekarang. Tak usah pala bertele-tele, yok langsung saja kita simak tips waras versi saya ini. semoga bermanfaat ya gaes!

Menikmati Eksotisme Kupang Bersama Citilink

Bicara mengenai keindahan alam nusantara memang tak pernah ada habisnya, selalu ada banyak tempat yang menjadi destinasi menarik. Sebut saja Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki pesona alam yang tak kalah menakjubkan. Untuk liburan ke Kupang ini, kamu tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Ada Citilink yang siap menerbangkan kamu dengan biaya terbang yang murah namun pelayanan tidak murahan. Citilink sengaja menghadirkan rutenya ke Kupang ini mengingat potensi wisatanya yang teramat indah dan eksotis, sehingga Kupang bisa dijadikan tanah rantau sementara sembari menikmati sajian alam yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. 

CENTRAL ELEKTRO; SAHABAT AC KITA


Sobat, kamu merasa gak sih bumi ini makin lama makin panas dan gerah? Bahkan di daerah dingin sekali pun sudah mulai terasa. Sebut saja kota Curup yang pada saat saya kunjungi pertama kali tahun 2012 silam dinginnya amat menusuk ke sumsum tulang. Tapi sekarang, oh...hawanya tak sesejuk dulu lagi. Isu yang sudah familiar sih karena global warming sehingga lapisan ozon kian hari kian menipis. Sayangnya, banyak diantara kita yang tidak siap dengan keadaan ini, sehingga kebutuhan akan kipas angin dan pendingin ruangan meningkat pesat.

Euforia Pelakor


Belakangan ini berseliweran status tentang pelakor di beranda pesbuk saya. Sempat saya penasaran apa itu pelakor, karena baru kali ini saya mendengar kata itu. Ingin saya cari tau tapi urung. Saya berekspektasi sendiri, paling-paling soal kekisruhan negeri ini lagi. Saya terlanjur enek dan muak soalnya dengan sejumlah tragedi di negeri ini yang sudah sangat jauh dari kata manusiawi. Jadi malas untuk ngebahasnya. Nonton tipi pun saya sudah jarang. Cuma bikin mules aja plus makin mupeng buat pindah ke Sejuta Negeri Bidadari aja.

Menualah Dengan Damai; Indonesiaku


Jika usia kemerdekaan Republik Indonesia ini disetarakan dengan umur manusia, maka angka 72 adalah angka rawan pikun dan dibuang ke panti jompo. Sedangkan anak kandung beserta keluarganya akan tertawa lebar karena bebas mengeruk hartanya, atau paling tidak terbebas dari jeratan keletihan mengurus orang tua yang sudah tak berdaya lagi. Hanya orang-orang tua yang beruntung yang akan tersenyum lepas, nyaman dan tenang menapaki angka usia ini. Ialah yang memiliki pewaris berhati embun, berjiwa sutera, dan berpengabdian total.

Tips Mengkritik Yang Elegan



Semua umat juga sepakat bahwa tiada manusia yang sempurna. Istilah kerennya “no body is perfect”, sebab segala kesempurnaan hanya milik Allah semata. Meski begitu, dari keseluruhan makhluk ciptaan Allah, manusialah yang paling baik bentuknya dan paling dimuliakan sebab dibekali akal dan pikiran, serta kekurangan dan kelebihan. Dengan bekal tersebut diharapkan manusia dapat membaca tanda-tanda kekuasaan Allah, membedakan yang baik dan buruk, menggali segala ilmu dan mengelola warisan bumi sebaik-baiknya hingga bermuara pada takwa kepada Allah swt.

Tips Memilih Teman Curhat


Apa kabar di Senin tralala ini sob? Semoga tetap ceria ya meski kembali ke rutinitas kerja. Well, setelah kemarin kita bahas tentang lingkaran gosip, hari ini saya akan coba bagikan tips memilih tempat curhat yang tepat. Sebab kalau salah pilih, urusannya bisa sepanjang jalan kenangan. Apalagi kalo yang mau dicurhatkan itu masalah yang terlalu pribadi atau privasi. So, penting banget ya kita bijak dalam memilih.

Lingkaran Gosip


Selama ini, hampir semua manusia sepakat bahwa aktivitas menggosip adalah milik ibu-ibu. Seakan ada fatwa yang tak terbantahkan bahwa di mana ada ibu-ibu, disitu ada gosip. Saya sih tidak begitu mengamini pernyataan ini, tidak pula menolaknya. Sebab dari bagian yang banyak itu, masih tersisa sebagian kecil wanita-wanita yang istiqomah menahan diri dan boikot gosip.


Bayi Itu Bernama Bobe


Selayaknya kelahiran, ia juga diberi nama begitu keluar dari rahim blogger yang tinggal di bumi raflesia ini. Blogger Bengkulu, begitu namanya ditabalkan saat hari aqiqahnya (red: launching). Ia dipanggil BoBe untuk sebutan hariannya. Saat lahir, ia hanya bayi yang belum dikenal banyak orang. Oleh ibunya, ia ditatih perlahan namun pasti, hingga akhirnya diusianya yang ke satu tahun ia menjadi sebuah kebanggan orang-orang yang bersentuhan dengannya.

I am BoBe


Aku sudah tidak ingat tahun berapa aku pertama kali membuat blog. Yang pasti saat itu aku ikut-ikutan saja tanpa ada fokus blog ini dibuat untuk apa. Aku mendaftar dua blog berturut-turut waktu itu, satu di multiply dan satu lagi di blogspot. Namun yang sering kubuka ya si blogspot itu. Karena tidak ada fokus tadi dan aku pun tak ngerti-ngerti kali kegunaan blog ini, akhirnya tuh blog lebih sering terbengkalai. Untung saja tak jadi angker. Hihihi..

LEBARAN; BAHWA HIDUP ADALAH PENERIMAAN

Semestinya tahun ini aku lebaran di Barus, kampungku yang selalu terkenang di mata. Sebab tahun lalu aku sudah berlebaran di tempat mertua di Indralaya, Palembang, sekaligus itu untuk pertama kalinya aku merayakan ‘id di negeri orang. Ada rasa canggung karena bagiku itu kumpul perdana bersama keluarga suami. Ada rasa senang karena saat itu pula lebaran perdana bersama belahan jiwa yang telah lama di nanti. Pun sedih tetap mengambil posisi karena tak bisa membersamai adik-adik memeriahkan idul fitri di tanah kelahiran tercinta. Aku mengerti betul bahwa keadaan ini merupakan bagian dari resiko menikah dengan orang yang bukan sekampung halaman. Maka seberat apa pun hati, itu lah kenyataan yang harus dihadapi, yang kata Tere Liye bahwa hidup adalah penerimaan.

Solusi Menghalau Anyang-Anyangan



Saya yakin dan percaya bahwa kita sudah familiar dengan kata anyang-anyangan. Bahkan mungkin sebagian besar dari kita pernah mengalaminya, terlebih pada wanita. Ya, anyang-anyangan merupakan salah satu bentuk penyakit yang terkait dengan saluran kemih, di mana ada hasrat ingin buang air kecil terus menerus. Namun saat hasrat itu ditunaikan, keluarnya cuma sedikit bahkan cenderung perih. Menyisakan rasa tidak nyaman dan tidak puas karena merasa masih ada sisa urine yang tertinggal. Sehingga intensitas kebelet pipis sangat tinggi dalam jangka waktu yang relatif pendek. Hadeh, kebayang gak sih jika mengalami ini saat bepergian jauh? Jangan deh ya.

Saya sendiri pernah mengalaminya.

Jambu Kristal dan Faedahnya



Seharusnya perkara jambu kristal ini sudah kutuliskan Februari lalu. Tapi kiranya Allah memberi kejutan tak terkira di bulan itu hingga akhirnya tulisan ini baru bisa diposting sekarang. Maafkan dosa hutang reviewku yang sudah kadaluarsa ini Mak Bobe, pun Juragan JamKris.

Ah ya, ngomong-ngomong soal jambu kristal, saat pertama kali dengar namanya aku langsung terbayang bentuk jambu yang kilau gemilau kayak kristal-kristal yang ada di lemari hias orang-orang kaya itu. Rasa-rasanya aku gak bakal tega mengunyahnya jika tuh jambu sampai di tanganku. Aku jadi gak sabar menerima sepaket jambu kristal dari Mas Ben.

Duduki Jabatan Baru, Pejabat Wajib Utamakan Kepentingan Rakyat

Menduduki jabatan baru pada struktur organisasi pemerintahan, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, meminta kepada para pejabat yang telah dilantik untuk fokus bekerja dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Terlebih dalam era kepemimpinannya, Ridwan Mukti menegaskan menduduki sebuah jabatan di lingkungan Pemda Provinsi Bengkulu bersih dari praktik sogok – menyogok.

Menurut Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, untuk menilai

Perhelatan Wisuda UNIB

Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan  acara Wisuda lulusan Pasca Sarjana, Sarjana,  Sarjana Profesi dan Vokas,  periode 81 tahun 2017, di Gedung Serba Guna UNIB, pada Rabu (26/4).

Dalam wisuda kali ini, sebanyak

Seseorang di Kopdar BoBe

Ini kopdar BoBe yang ketujuh, dan aku baru terhitung hadir 2 kali. Kopdar keempat merupakan kali pertama keikutsertaanku. kala itu temanya soal percantik blog, biar saat blognya di buka jadi turun - naik cantik, turun - naik cantik..cantik, ngalah-ngalahi inces. hihihihi....

Ternyata

Pentingnya KDRT Dalam Rumah Tangga


Sebelumnya saya mau katakan bahwa saya sangat kesulitan memberi judul tulisan ini. Sebab jika KDRT kalian baca dalam bentuk aslinya, maka akan terjadi pengulangan kata yang berujung pada pemborosan dan kerancuan makna. Sehingga berantakanlah maksud dari judul tulisan ini.  Semoga ahli bahasa mengampuni ketololan saya ini,*uuhukk*.  Meski demikian, saya sarankan tetaplah enjoy membaca tulisan ini sampai habis. *maksa* 😁😁

Ledis en Jentelmen, sudah kita ketahui bersama bahwa berumah

6 Tehnik Menentukan Kriteria Jodoh


Salam wiken jombloers. Semoga akhir pekannya selalu bahagia walaupun sedang dalam penantian yang begitu menyiksa. Jika tak ada kegiatan, keluarlah! Silaturrahim ke rumah saudara, kenalan atau teman lama. Hadiri acara-acara yang bergizi, atau bergabunglah dengan majlis-majlis ilmu yang bermanfaat. Mana tau bisa jadi jalan jodoh yang mengesankan. Bisa juga cuci mata ke butik-butik busana syar’i, toko buku atau bazar, mana tau ada ibu-ibu yang sedang asyik belanja, lalu tanpa sadar dompetnya jatuh. Sepuluh menit kemudian kamu menemukan dompet itu lantas berlari kencang menuju parkiran untuk mengembalikannya. Sayang,

~Balada BATAKers di Tanah Rantau~



Dulu, waktu aku masih kecil hingga Tsanawiyah, malu kali aku bermarga Siregar. Gak cantik kurasa. pengen kuganti jadi Pasaribu atau Tanjung saja. Elok nian kurasa dua marga itu. Jadi setiap guru mengabsen, agak-agak kusembunyikanlah mukaku sangkin malunya disebut Dahlia Siregar itu. Lalu entah bagaimana, di bangku Aliyah mulailah berkurang maluku tadi, meski belum sepenuhnya bisa berkata lantang Dahlia Siregar saat berkenalan dengan siapapun. Hingga akhirnya aku kuliah ke Medan, barulah terasa kali enaknya bermarga itu. Rupanya

D I A



Dia,
Merpati yang tengah bingung di ranting pohon
Tak tau jalan pulang
Sepanjang hari melenguhkan lagu rindu
Oiii.. adakah yang mendengar?

Dia,
Merpati yang tengah mengulum perih
Tak tau jalan pulang
Sepanjang senja mengharap kabar dari langit
Oiii.. adakah yang mengerti?

Dia,
Merpati yang tengah linglung
Nelangsa
Tak berdaya

~Curup, 06072014~


Pesona Daun Ubi Tumbuk


“Jangan bilang punya istri Batak kalau belum makan daun ubi tumbuk ini!”



Begitulah kata-kata ultimatum yang kuucapkan pada sang suami saat pertama kali menghidangkan daun ubi tumbuk pasca pernikahan. Sebagai orang Palembang tulen, tentu saja menu ini aneh baginya. Satu hal yang patut kusyukuri adalah bahwa suamiku ini tidak rewel soal makanan. Sehingga apa saja kumasak dengan qona’ah diterimanya. Meski lidahnya lebih nyaman dengan yang manis, namun tetap tak menolak dengan hidangan yang pedas.

Ah ya, perlu kuceritakan sikit bahwa lidahku ini memang Batak kali. Aku suka makanan yang asin,  pedas dan asam. Tapi sebagai istri yang baik,