Search

Kebaikan Berbagi Ala MIN 1 Rejang Lebong

Kebaikan Berbagi
Kebaian berbagi ini bermula dari bincang-bincang ringan para guru saat jam istirahat di ruang guru. Pembicaraan yang awalnya tidak serius namun tiba-tiba memunculkan ide yang berujung pada terobosan baru. Sebagaimana diketahui bahwa madrasah adalah wadah mentransfer ilmu antara murid dan guru berbasis agama Islam, di mana madrasah ini bernanung di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan ikon Ikhlas Beramal-nya, madrasah hadir menumbuhkan benih-benih generasi yang cerdas dan berakhlaqul karimah. Namun meski madrasah sebagai tempat menuntut ilmu, MIN 1 Rejang Lebong ini ternyata ingin memberikan manfaat yang lebih luas lagi untuk umat. Sehingga kehadiran madrasah di tengah-tengah masyarakat lebih bermakna.

Oh ya, mari berkenalan dulu dengan madrasah yang satu ini. Dulunya madrasah ini bernama MIN 01 Dusun Curup, karena memang letaknya berada di desa Dusun Curup Kab. Rejang Lebong Prov. Bengkulu. Namun lima tahun terakhir ini, namanya berganti menjadi MIN 1 Rejang Lebong. Aku mengabdikan ilmu di sana lebih kurang dua tahun. Di penghujung 2015, aku terpaksa meninggalkan sekolah ini sebab pengabdian yang lebih penting telah memanggil. Ya, mengabdi pada seorang lelaki yang telah datang menjemput hatiku di tahun itu, yang padanya aku melabuhkan cinta untuk bersama-sama menggapai cintaNya.

Kuakui selama mengajar di sana, banyak kegiatan-kegiatan luar biasa yang dilakukan masdrasah ini untuk meningkatkan kreativitas guru dan siswa. Soal kekompakan jangan ditanya. Satu saja guru atau siswa dalam keadaan suka maupun duka, semua turut merasakan. Terlihat langsung dalam tindakan. Aku pun sudah merasakannya. Saat aku menikah di pesisir barat Sumatera Utara sana, kepala madrasah dan beberapa guru sebagai perwakilan turut hadir. Padahal jarak tempuh Bengkulu-Sumut itu lebih dari 24 jam lho. 

Guru-guru MIN 1 RL yang hadir di pernikahanku

Saling peduli, saling mencintai sehingga kesannya semua sudah menjadi keluarga. Senada dengan bunyi hadis arba’in yang ke 13:

“Dari Abu Hamzah Anas bin Malik ra, pelayan Rasulullah saw, bahwa Rasulullah saw bersabda, seseorang di antar kalian tidak dikatakan beriman sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, aku cukup berat hati saat harus meninggalkan madrasah ini. Tapi begitulah episode hidup. Semua sudah tertulis dan harus dijalani. Meski berpisah dengan madrasah ini, silaturrahmi antara saya dan guru-guru di sana tak pernah padam. Sehingga berbagai perkembangan yang terjadi di sana setelah kutinggalkan tetap aku ketahui. Salah satunya terobosan baru yang terjadi di ruang guru tersebut. Ialah Program Segenggam Beras.

Kebaikan Berbagi: Kegiatan siswa MIN 1 RL
poto kenangan bersama guru dan siswa MIN 1 RL, jalan sehat 

Mengulik Program Segenggam Beras MIN 1 Rejang Lebong

Perbincangan ringan tentang kebaikan berbagi itu ternyata bersambut di hati kepala madrasah dan guru-guru lainnya. Sehingga di tahun 2017 lalu, bertambahlah satu lagi program MIN 1 Rejang Lebong yang bertajuk kemanusiaan berupa Program Segenggam Beras. Jadi, setiap bulan di hari Jum’at pekan pertama, seluruh siswa-siswi madrasah diminta membawa segenggam beras dari rumah untuk dikumpulkan di sekolah. Saat disosialisasikan, para orang tua pun tidak keberatan. Meski namanya segenggam beras, pada prakteknya banyak siswa yang membawa lebih dari segenggam. Bahkan ada yang membawa segantang atau lebih. Kelebihan itu menjadi satu kesyukuran tersendiri. Tapi tetap saja yang diutamakan adalah segenggam.

Setelah terkumpul, setiap tiga bulan sekali beras itu disalurkan kepada masyarakat yang dinyatakan layak menerima di sekitaran sekolah. Adapun mereka yang masuk dalam daftar kelayakan penerima adalah para orang tua renta, keluarga siswa MIN itu sendiri yang tergolong kurang mampu, janda-janda kurang mampu  yang berjuang menghidupi anak-anaknya dan rumah-rumah menengah ke bawah yang di dalamnya ada anak yatim. Beras yang diberikan masing-masing sebanyak 4 liter. Biasanya setiap kali pembagian mampu mencapai 20 hingga 30 orang yang mendapatkannya.

Kebaikan Berbagi


doc. MIN 1 RL 
Selain beras, guru-guru pun turut berpartisipasi dalam bentuk uang. Setiap tanggal gajian tiba, gaji para guru ASN dipotong 2,5% untuk turut disalurkan bersamaan dengan penyaluran beras tadi. Sehingga mereka yang mendapat bantuan tidak hanya berupa beras tetapi juga dibarengi dengan uang sebagai pembeli lauk dan sayur. Sehingga beras yang akan disantap sempurna dengan kehadiran lauk pauk. Petugas yang membagikan pun langsung guru, terkadang turut beberapa siswa menemani.
Selain penyaluran segenggam beras per triwulan ini, MIN 1 Rejang Lebong juga merupakan madrasah yang tanggap bencana. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, tepatnya 24 April 2020 bertepatan dengan hari pertama ramadhan. Telah terjadi banjir bandang yang melanda beberapa desa di sekitaran Curup, Rejang Lebong, seperti Dusun Curup, Karang Anyer, Kepala Siring, dll, yang menghanyutkan sebagian rumah warga. Ada pula beberapa rumah siswa MIN 1 Rejang Lebong yang menjadi korban. Meski di tengah pandemi ini yang telah membuat ekonomi sebagian besar masyarakat menjadi sulit, dan program belajar pun di lakukan secara daring, tetapi pihak madrasah langsung gesit turut membantu.

Kebaikan Berbagi: Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang
doc. MIN 1 RL saat membagikan bantuan pada korban banjir bandang
Para korban di data, yang lebih utama siswa-siswi yang terkena banjir. Setelah itu, dewan guru langsung terjun ke lokasi memberikan bantuan. Alahai, sungguh pemandangan yang menyejukkan mata. Aku pun semakin bangga pernah menjadi bagian dari mereka.

Program segenggam beras ini juga bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa rasa berempati pada sesama. Di zaman sekarang ini, banyak sekali orang memilih hidup individualis. Maka MIN 1 Rejang Lebong sebagai wadah pendidikan ingin membunuh sifat individualis ini dari siswa. Sedini mungkin mereka ditanamkan rasa empati, sifat penyayang dan sikap hormat pada orang lain. Pun mengikis sifat pelit yang mungkin akan menjalar di hati.

Lebih dari itu, apa yang dicanangkan ini adalah untuk menancapkan dalam diri siswa-siswi akan kepatuhan terhadap perintah Allah di dalam Alqur’an Surah An-Nisa ayat 36-37:

36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

37) yaitu orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikanNya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.


Dengan ini, diharapkan kelak siswa-siswi tumbuh menjadi manusia yang benar-benar mendatangkan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ingatlah, kebaikan berbagi akan menjadi ingatan dan pahala sepanjang masa. Aku jadi teringat saat Ibundaku meninggal 2009 silam, semua orang yang melayat tidak menyebut apapun selain kebaikan dan kesukaannya berbagi masakan, makanan, uang, tenaga dan ilmu yang dilakukannya selama hidup. Bahkan hingga kini, saat bertemu dengan temannya atau pun kerabat, mereka masih mengenang kebaikan bunda. Bun, semoga engkau kenyang pahala di sana.

Mudahnya Berbagi di Era 4.0

Belakangan ini, banyak sekali terjadi bencana yang bertubi-tubi khususnya di tanah ibu pertiwi Indonesia. Belum lagi pembantaian umat muslim di berbagai negara di mana Islam menjadi minoritas. Pergolakan Palestina dan Israel yang belum kunjung usai. Sungguh menyisakan keperihan dan bikin ngilu ulu hati. Anak-anak yang menjadi yatim karena orang tuanya tewas oleh bom, wanita-wanita yang mendadak janda oleh pembantaian tak berkesudahan, lalu keluarga-keluarga fakir dan miskin yang tak jarang turut menjadi korban bencana. Semua ini butuh uluran tangan orang-orang baik untuk membantu menopang kehidupan mereka. Paling tidak urusan perut saudara-saudara kita ini terpenuhi.

Belakangan ini aku sering melewatkan postingan beberapa lembaga yang menampilkan kepiluan dan derita orang-orang yang dilanda sakit parah, sakit langka. Sering pula yang menderita penyakit-penyakit itu adalah bayi dan anak-anak. Duuuh, bukan gak mau baca, tapi lihat poto itu saja hatiku sudah remuk. Ternyata banyak sekali orang di luar sana yang hidupnya susah payah, sedang aku kadang-kadang masih aja merasa kurang. Allah, ampuni aku.

Bagi orang yang tergugah hatinya, tentunya meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Meski jauh dari jangkauan mata, namun mereka yang membutuhkan bisa kita peluk dari jauh dengan memberikan bantuan semampunya. Bersyukurnya hidup di zaman ini, zaman yang disebut orang-orang sebagai zaman millenial dan era teknologi 4.0, zaman di mana teknologi sudah melipat-lipat jarak antar daerah, wilayah dan negara. Dengan sebuah gadget bernama mobile phone di tangan, kita bisa langsung bisa berdonasi kemana pun kita mau. Tentu saja berdoansi bisa disalurkan langsung ke penerima melalui transfer bank, bisa pula melalui wasilah sebuah lembaga seperti dompet dhuafa.


Dompet dhuafa merupakan lembaga amil zakat, wakaf, infaq dan sedekah yang berdiri sejak tahun 1993 yang berkhidmat pada pemberdayaan dan pelayanan kaum dhuafa,  dengan visi terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan berbasis pada sistem berkeadilan.

Mengapa Harus Dompet Dhuafa?

1. Aman dan Amanah

2. Tepat Sasaran

3. Mudah dilakukan

4. Menyediakan layanan jemput zakat,  kalkulator zakat dan konsultasi

Pokoknya kredibilitas dompet dhuafa jangan diragukan deh. Hingga kini lembaga ini telah berhasil memberi kebermanfaatn bagi umat melalu lima pilar program yang bertujuan mengentaskan kemiskinan. 5 program itu adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah, dan budaya.

Dalam bidang pendidikan, dhompet dhuafa memberikan dukungan penuh berupa beastudi Indonesia, makmal pendidikan, sekolah literasi Indonesia, school for refuge, dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam bidang kesehatan, dompet dhuafa telah memberi pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa sejak 2001 melalui program Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) hingga mendirikan rumah sakit gratis bagi dhuafa dan masyarakat miskin di desa Jampang Kemang Kabupaten Bogor. Tak ketinggalan pula apotik dan optik mata.

Sementara itu dalam bidang ekonomi, dompet dhuafa memberdayakan masyarakat berbasis potensi daerah untuk kemandirian umat, seperti pertanian sehat, peternakan rakyat, UMKM dan industri kreatif, dan banyak lagi. Dalam bidang sosial dan dakwah, dompet dhuafa mengambil bagian dalam hal Disaster Management Center (DMC), Pusat Bantuan Hukum, Tebar Hewan Kurban, dll. Terakhir dalam bidang budaya, dompet dhuafa juga tak lupa meperhatikannya.

Jadi gak usah ragu ya kalau mau berbagi dan #Menebar Kebaikan melalui dompet dhuafa. Dipastikan segala apa yang kita donasikan melalui lembaga ini insya allah akan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Di dompet dhuafa, kita bisa memilih berbagi dalam bentuk zakat, infak, sedekah, wakaf atau pun kemanusiaan. Pembayaran zakat, infak maupun sedekah yang akan kita keluarkan bisa dilakukan dengan transfer bank BCA, Mandiri, BNI dan Muamalat. Yang ingin memilih metode online payment pun bisa banget. tersedia LinkAja, Dana, CIMB Cliks, VISA, IB Muamalat dan OVO. 

Cara Berdonasi di Dompet Dhuafa

1. Klik web resmi dompet dhuafa

2. Pilih Donasi Sekarang, lalu isi form pilihan donasi dan profil donasi

3. Pilih metode pembayaran, lalu klik donasi sekarang

4. Konfirmasi Pembayaran. Setelah kita terima kode konfirmasi, lalu klik bayar sekarang

5. Lakukan pembayaran

Gimana? Gampangkan saudara-saudara? Kita semua berharap semoga dompet dhuafa terus konsisten dalam membantu dan #MenebarKebaikan kepada para dhuafa di belahan bumi ini, khususnya masyarakat Indonesia.
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah:103)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lombo Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”


31 komentar

  1. indahnya berbagi, walau tak banyak tetapi sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan

    BalasHapus
  2. aksi sekolah min 1 Rejang Lebong patut diapresiasi ya mbak... selain mengajarkan anak-anak untuk berbagi, juga membuat eksistensi sekolah menjadi sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

    BalasHapus
  3. Semoga apa yg telah di lakukan akan terus berjalan hingga ke depan. Selamat n sukses

    BalasHapus
  4. Setiap orang bawa segenggam, terus digabungin, rasanya jadi campur-campur gak, ya? Kesannya simple, tapi berarti buat orang lain.

    BalasHapus
  5. Memang inovatif banget Dompet Dhuafa ini. Cara donasi atau bersedekahnya sangat gampang dan kekinian, sehingga ramah bagi kamu muda dan milenial yang notabene akrab dengan internet.

    BalasHapus
  6. Subahanallah, bagus banget inisiatif sekolah untuk melibatkan siswa bersedekah melalui segenggam beras. Bukan cuma orangtua yang peduli, tapi juga anak jadi belajar meniru kemurahan hati orangtua mereka. Guru-gutu juga tak kalah hebat, mau menyisakan gaji buat disumbangkan. Terbukti berfaedah buat kegiatan amal saat musibah seperti banjir bandang atau wabah seperti sekarang. Semoga dimudahkan para guru dan sekolahnya. Berkah dan dilancarkan. Jadi pengin kopi Bengkulu nih hehe

    BalasHapus
  7. Wah mantaps ya program berbaginya.. Memang dari kecil harus sudah mulai pembiasaan menebar kebaikan ini supaya jadi habit kala sudah dewasa...

    BalasHapus
  8. Bagus juga ada kegiatan disekolah dengan memberikan segenggam beras yang dikumpulkan untuk dibagikan kembali kepada orang orang yang membutuhkan...semoga bisa dicontoh oleh sekolah lain, sebab dari segenggam jika yang melakukan ratusan siswa bakalan jadi banyak juga toh...

    BalasHapus
  9. Era 4.0 dimana semuanya sudah digital. Tak perlu repot mengurusi sendiri, semuanya berbasi internet dan teknologi.
    Semua bisa dilakuakn dengan mudah dan tepat sasaran

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah kegiatan mengumpulkan beras segenggam dari siswa dan dibagikan ke warga sekitar sekolahan yang tidak mampu sudah lama dijalankan di sekolah saya.
    Semoga saja banyak sekolah-sekolah yg lain juga mengikuti demikian

    BalasHapus
  11. Dompet Dhuafa menurutku inovatif banget. Sistemnya mempermudah orang-orang untuk berdonasi dan tentunya tidak perlu ribet. Semoga makin banyak yang beramal, mumpung sekarang caranya sudah dipermudah.

    BalasHapus
  12. Dompet Dhuafa ini sudah terkenal reputasinya
    Dompet Dhuafa membuat menebar kebaikan swmakin mudah ya

    BalasHapus
  13. Bekerja di lingkungan yang kondusif dalam menyebarkan kebaikan itu bikin hati tenang ya, apalagi bisa langsung berbagi di dompet dhuafa

    BalasHapus
  14. Banyak cara yang bisa kita lakukan utk berbagi kebaikan ya, misalnya dengan segenggam beras seperti yg diceritakan di tulisan ini. Inspiratif

    BalasHapus
  15. Caranya unik ya mbak, anak-anak jadi dilatih sejak dini untuk melakukan kebaikan. Segenggam beras jika dikumpulkan dari semua siswa bisa menjadi sekarung

    BalasHapus
  16. wah keren sih anak-anak sedari dini udah belajar untuk melakukan kebaikan, semoga programnya lancar selalu

    BalasHapus
  17. Masya Allah program segenggam berasnya keren banget. Semoga terus berlanjut Mbak sampai ke periode-periode atau tahun ajaran selanjutnya sehingga melatih semua orang di sekolah untuk terus berbagi kepada yang membutuhkan.

    BalasHapus
  18. Bener banget era sekarang dan lagi pandemik ini mudah berbagi tanpa kuatir dengan dompat Wafa dan tepat sasaran

    BalasHapus
  19. Mau sedekah masa Pandemi gini enaknya salurkan saja ke Dompet Dhuafa yang insya allah tepat sasaran ya, berkah dan pahala pula yah

    BalasHapus
  20. Dompet Dhuafa mengubah receh kita jadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luass ya Mba. Mereka mengubah ikan jadi kail dan pancing. Semoga tetap bisa menebar kebaikan sampai kiamat tiba

    BalasHapus
  21. Masha allah ide yang sangat bagus serta siswa dan dan para orang tua juga saling dukung ya, benar memang kebaikan harus ditanamkan sejak dini apalagi bersama2. Nah skrg pun udah jadi lebih mudah karena ada dompet dhuafa buat berdonasi untuk kebaikan :)

    BalasHapus
  22. MasyaAllah, semoga apa yang telah menjadi kebiasaan baik yang ditanamkan di sekolah terus berlanjut hingga siswa-siswa ini dewasa, dan selamanya ya Mbak.
    kereen sekali ini program berbagi segenggam berasnya. kayaknya baru di sekolah ini ya yang ada seperti itu :)

    BalasHapus
  23. Aku belum kesampaian pengen ke Bengkulu, terutama ke Rejang Lebong, dulu pernah liat tayangan sejarah. Rejang Lebong ada dalam list destinasi yg pengen kukunjungi.

    BalasHapus
  24. Masya Allah. Erat banget kekeluargaannya mbak. Happy ya kalo nemu tempat kerja begini, pasti berat banget pas resign. Btw, zaman sekarang emang serba mudah berkat teknologi ya Mbak. Berdonasi pun jadi sesimpe ituu :))

    BalasHapus
  25. Wahh berbagai kebaikan ala Min 1 i
    Rejang Lebong ini bagus banget ya kak. Susah dibiasakan berbagai kebaikan sedari dini, semoga kebaikan ini bisa terus terjalin hingga anak-anak ini dewasa nanti.. aamiin

    BalasHapus
  26. MasyaAllah... sekolah ini benar-benar menerapkan pada siswanya untuk senantiasa berbagi terhadap sesama sejak dini yaa

    BalasHapus
  27. Rejang lebong lumbung beras, moga bisa secanting beras ke depannya, semoga bermanfaat dan kontinyu.

    BalasHapus
  28. alhamdulillah tetap kompak meskipun ditengah pandemi. sehat selalu guru-guru dan keluarga min 1 curup :)

    BalasHapus
  29. Semoga kebaikan para donatur dibalas lebih sama Allah SWT. Terus berbuat kebaikan walau bagaimanapun keadaannya. Semoga kita senantiasa tangan diatas dibanding tangan di bawah.

    BalasHapus
  30. Bagus juga nih ide berbagai segenggam berasnya untuk di sekolah ya mba. Membiasakan peduli. Kalau masa pandemi gini bisa berbagi melalui dompet dhuafa.

    BalasHapus
  31. Lucky me I discovered your web site by accident, and
    I am stunned why this accident didn’t took place earlier! I bookmarked it.

    BalasHapus