Sabtu, 05 Agustus 2017

Bayi Itu Bernama Bobe


Selayaknya kelahiran, ia juga diberi nama begitu keluar dari rahim blogger yang tinggal di bumi raflesia ini. Blogger Bengkulu, begitu namanya ditabalkan saat hari aqiqahnya (red: launching). Ia dipanggil BoBe untuk sebutan hariannya. Saat lahir, ia hanya bayi yang belum dikenal banyak orang. Oleh ibunya, ia ditatih perlahan namun pasti, hingga akhirnya diusianya yang ke satu tahun ia menjadi sebuah kebanggan orang-orang yang bersentuhan dengannya.
Tanggal 31 Juli yang lalu adalah milad perdananya. Villco Pantai Panjang dengan senang hati menjadi rumah perayaan miladnya. Beberapa pejabat pemerintahan jua turut hadir menyaksikan si Bayi Mungil Bobe. Jangan anggap enteng, meski baru berusia setahun, kiprahnya sudah mulai melejit minimal di kota Bengkulu ini. Instansi pemerintahan sudah mulai meliriknya, sebab mereka mengakui bahwa si Bayi Bobe ini punya pengaruh yang cukup signifikan dalam pengenalan dan promosi daerah. Orang-orang yang ingin bergabung dengannya juga terus bertambah.

Ah ya, balik lagi ke cerita perayaan milad perdana Bobe. Bagi saya usianya yang ke satu ini sungguh berkah. Diawali dengan turunnya hujan menjelang acara, sampai pada puncak perayaan yang mengabarkan bahwa anggotanya sudah banyak menghasilkan pendapatan dan mengukir prestasi yang gemilang di dunia blogging. Wajar saja saat acara, ada ajang pembagian dorprize dan hadiah untuk para anggota yang masuk dalam berbagai nominasi seperti Bintang Kopdar, dll.

Ibunya, Mak Milda Ini memberikan sambutan sebagai pembukaan acara. Beliau menyampaikan sejarah singkat lahirnya Bobe hingga pencapaian-pencapaian yang telah di raih. Luar biasa memang perjuangan emak yang satu ini. Bersama rekan-rekan ia saling bergandeng tangan demi kemajuan dan pertumbuhan Bobe.

Selanjutnya, perwakilan dari Kominfo Bengkulu juga menyampaikan apresiasi. Sebab tak dipungkiri bahwa saat ini digital internet menjadi raksasa informasi yang berhasil melipat-lipat bumi menjadi belahan kecil. Maka kiprah Bobe tak bisa dianggap remeh. Sebab itu beliau memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Bobe dan akan menjalin kerjasama demi kemajuan Bengkulu. Usai sambutan, beliau meresmikan acara dengan mencolek bagian kecil tumpeng yang telah tersedia untuk kemudian diserahkan kepada Ibu Bobe, Mak Milda Ini. tumpengnya itu lho bikin mupeng. Hehe..


Suasana kian asyik saat kopi Villco menghangatkan tubuh. Bagi para pecinta kopi jangan sampe terlewat deh! Kudu nyicipin nih si Villco yang ajib. Kopi menjadi lebih nikmat dengan pertunjukan baca puisi oleh pak Elvi Anshori. Ah, saya jadi kangen musikalisasi puisi Cahaya Deli. 



Oh ya, lihat deh poto ini..





Pada sumringah semua kan? Gimana gak sumringah, hadiah dan doorprize menjadi bagian keseruan yang tak terkatakan. Lebih seru lagi saat ada satu nama menjuarai beberapa nominasi. Wow, hadiahnya se-kresek. Sayang, aku gak masuk nominasi. *nyadar diri Cyiiin, nulis aja gak istiqomah, apalagi datang kopdar. :P
Untungnya ada pengobat hati saat iseng-iseng jawab kuis. Itupun jawabannya gak betul seratus persen. Tapi karena kasihan liat saya yang lagi mengandung ini, si Emak Milda akhirnya memberikan doorprize brownies D’hanisa. Makasih Mak. Brownisnya lezaaaaaaaatt. Besok-besok bolehlah dikasih lagi. :P 😜😜


Eh, ini dulu ya sekilas tentang milad Bobe. Semoga semakin berkah dan berarti ya Bobe. Dan tetap berjaya 
hingga ke anak cucu. 😌
#nulisserempakpuncakmiladBobe

6 komentar:

  1. Semoga bobe dapat menjadi warna sendiri yg membuat provinsi bengkulu lebih berwarna

    BalasHapus
  2. Tulisannya kreatif mbk...heee

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah bisa menjadi bagian dari bobe :)

    BalasHapus
  4. Setahun sudah, semoga semakin bisa berkiprah...

    BalasHapus