Sabtu, 21 Oktober 2017

Dilema Amplop dan Sejatinya Pesta

15.51 17 Comments


Melihat grup WA Bobe yang siang ini ngerumpi soal amplop pesta yang katanya di buka depan mata, dibacakan lalu dicatat, yang kemungkinan bikin malu lebih tinggi, saya jadi tergelitik untuk menuliskannya berdasarkan sudut pandnag saya sendiri. kebetulan pulak hari ini saya belum menulis apa pun di blog. So, very much thanks to Bobe yang sudah memantikkan ide menulis saya hari ini.

Mari kita bedah perkara amplop di setiap pesta yang ada sekarang ini. Saya akan mulai dengan sebuah riwayat yang saya baca di buku Muslimah Wedding-Bila Hati Rindu Menikah karya Abu Muhammad Waskito.

Kamis, 19 Oktober 2017

Aku, Kau dan Tahun Kedua Pernikahan Kita, (Part 2)

14.19 0 Comments


Lalu, bagaimana masa kelam dan masa gelisah di sepanjang rumah tangga kita ini? Ah, itu lebih unik lagi.

Bagiku, rasanya belum ada masa kelam yang terlalu serius kujalani denganmu sepanjang dua tahun ini. Kalau wajahku yang sering kelam dan suram mungkin iya. Apalagi kalau hatiku sedang bergejolak dan emosi. Payah kali kuajak wajahku ini berkompromi untuk bermuka dua. Tak pande kali aku lagi emosi tapi tersenyum. Padahal tuntunannya tau kalinya aku, Bang, bahwa dalam keadaan apa pun seorang istri harus tetap tersenyum manis di hadapan suaminya. Tapi sampe kini belum lulus-lulus juga aku pelajaran yang satu ini. Kalau lagi jengkel ya jengkel, lagi marah ya marah. Mungkin Abang sudah paham betul kalo aku marah bawaannya pasti diam. Sedangkan engkau sendiri sudah pernah bilang,  “marah boleh, tapi lima menit aja. Jangan diam seharian. Abang gak mau didiamin. Kalo ada kendala kita bicara aja baik-baik ya”.

Rabu, 18 Oktober 2017

Aku, Kau, dan Tahun Kedua Pernikahan Kita

13.44 19 Comments
    

Dalam melayari bahtera rumah tangga
Ada masa kelam dan masa gelisah
Jangan nafsu diikut melulu
Sabar dan bermaafan itu perlu
(Hijjaz: Selamat Pengantin Baru)


Potongan bait nasyid Hijjaz ini merupakan alarm bagi para bujanghidin dan bujanghidat yang sudah berniat ingin memulai biduk rumah tangga. Pun sebagai bel peringatan bagi para mukminin dan mukminat yang telah berlayar mengarungi samudera pernikahan, bahwa kehidupan rumah tangga tak selamanya perkara romantisme dan bunga-bunga keindahan yang diumbar-umbar pilem India dan drama Korea selama ini. Banyak kenyataan yang kadang tak sesuai dengan harapan, dan banyak pula persoalan yang kadang tak senada dengan bayangan. SELAMAT DATANG DI DUNIA RUMAH TANGGA, DUNIA NYATA YANG PENUH DENGAN DIMENSI KOMPLEKS KEHIDUPAN! Dan, inilah rumah tanggaku..

Jumat, 13 Oktober 2017

Ironi Pengemis Elit

18.09 3 Comments

“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga  ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya” (muttafaq Alaih, H.R. Bukhari no 1474 dan Muslim 1040)

Saya sedang tidak membicarakan para peminta-minta di jalanan, di lampu merah, di gerbang-gerbang kampus, maupun di pasar-pasar. Sebab saya pikir sudah terlalu klise membahas mereka yang sebenarnya kebanyakan masih mampu bekerja, mampu mencari penghidupan tanpa harus menengadah menghinakan diri. Kali ini saya hanya ingin mencurahkan keresahan saya terhadap orang-orang tertentu yang membuat lini kehidupan ini kian memprihatinkan.

Sabtu, 30 September 2017

Menikmati Sensasi Robusta Gading Cempaka

19.29 17 Comments
Hei, kamu! Iya, kamu; para pecandu kopi. Sini saya bisikin sesuatu, pasti kamu suka. Duduk manis di sini ya, simak bisikan saya soal minuman favorit kamu itu.



Pernah dengar kata “Robusta”? Ah, aku pun baru tau belakangan ini. Terus terang saja, aku bukan pecandu kopi. Jadi wajar saja jika kosa kata yang kupunya terkait kopi agak-agak memprihatinkan. Aku baru berkenalan dengan si robusta ini sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu robusta hadir memperkenalkan diri lebih dekat kepada kami; Blogger Bengkulu dalam agenda kelas blogger kedua. Ia muncul dalam cup mungil polkadot merah membawa aroma yang khas, hingga konsentrasiku pada materi kelas sedikit buyar. Lagian, si robusta ini agaknya datang tepat waktu, yakni saat mata mulai merindukan kasur empuk dan angin yang sepoi. Langsung saja ia kuseruput. Seteguk, dua teguk, dan oh.....ternyata nikmatnya beda.

Rabu, 20 September 2017

Tips Hidup Sehat dan Memasak Enak Tanpa MSG

13.36 6 Comments

Hidup alami menjadi satu-satunya alasan kenapa orang zaman dahulu (sebut saja nenek kita) badannya bugar meski usianya kian renta. Bahkan seorang Mbah yang sudah punya generasi ke empat di depan rumah bibi saya masih gagah tanpa bungkuk sedikit pun. Senyumnya masih rupawan karena giginya masih awet, lengkap dan utuh. Beda sekali dengan gigi saya yang sudah kena tambal di mana-mana, lebih parah dari ban bocor. Hahaha.. Padahal usia saya dan si Mbah bagaikan jarak Benteng Marlborough dengan Taj Mahal.

Senin, 18 September 2017

Refleksi Muharram

10.37 7 Comments




“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu sendiri dalam bulan yang empat itu.” (Q.S. At Taubah: 36)