Featured Slider

Dialog Nurani


Ada yang kering dari hati
Kuraba ia
Musabab apakah?

Ada yang gersang dari jiwa
Kuselusuri ia
Oleh apakah?

4 Keunikan Sambal Lalap

Hello guys, kali ini kita akan bahas sebuah tempat makan yang unik di Palembang. Palembang lagi? Iya. Karena selama seminggu di sana full janjalan. Masih ada beberapa tempat lagi yang belum saya ulas. Biar gak jemu, kita bahas tempat makan yang berkesan di hati saya. Sambal Lalap namanya.





Wisata Hutan Punti Kayu

Meski pun Palembang merupakan kota terbesar kedua di bagian sumatera dengan tingkat kemacetan yang wow, tetapi ianya tetap memiliki hutan yang cukup luas. Salah satunya adalah Punti Kayu. Pertama kali ke Palembang, kupikir punti kayu ini sekedar hutan yang tak layak dikunjungi. Lagian apa sih menariknya hutan? Yang ada aku ngeri duluan kalau sudah bersinggungan dengan kata hutan. Yang terbayang adalah harimau yang buas dan ular yang berbisa, plus singa yang mengganas. Satu waktu aku melihat di sosmed ada orang berpoto ria di punti kayu ini. Dan beberapa waktu sesudah itu barulah aku tau bahwa ternyata punti kayu itu hutan wisata. Jadilah ia masuk dalam daftar destinasi kami ke Palembang Februari lalu.


Kami pergi ke sana dengan keluarga di siang hari yang cloudy. Tidak sampai satu jam jarak yang kami tempuh dari perumahan PPI Talang Kelapa menuju lokasi hutan wisata ini. Tiba di pintu masuk aku agak sedikit shock, kok baby  usia tiga bulan yang kugendong dikenakan tarif masuk juga ya? Seumur-umur, baru kali  aku masuk tempat wisata yang mengenakan tarif pada baby. Sedangkan pesawat aja gratis untuk anak di bawah usia dua tahun. Ckckckck.....

Lima ribu rupiah untuk tiket masuk baby Ney, dan dua belas ribu lima ratus rupiah untuk orang dewasa. Ini tarif yang cukup lumayan menurutku. Tapi aku berbaik sangka, mungkin sesuai dengan apa yang di dapatkan di dalam sana.

Kami pun menelusuri badan hutan untuk mencari tempat parkir. Bukan karena spot parkir penuh sih, melainkan untuk mencari lokasi dan gazebo yang pas untuk kami bersantai dan menikmati keindahan hutan ini. Mendung yang menyelimuti langit membuat kami sedikit keliling mencari gazebo yang cukup safety, sebab beberapa gazebo yang ada atapnya sudah bolong. Khawatir kalo hujan basah, secara eike bawa bayi guys.

Begitu dapat gazebo, kami pun melepas lelah sejenak dengan memakan cemilan yang kami bawa. Sepetik dua petik cekrek, lalu kami mencoba menyusuri hutan berjalan kaki. Pepohonan yang menjulang tinggi berbaris rapi membuat hutan ini sedap di pandang mata. Tapi bukan tempat wisata zaman now namanya jika tak ada spot selfie. Makanya punti kayu ini pun ikut menawarkan beberap latar kece untuk cekrek-cekrek.


pose jatuh cinta :-)



Selain wisatawan, ternyata punti kayu ini sering juga dijadikan sebagai lokasi prawed. Sayangnya aku tak sempat mengabadikan sepasang calon pengantin yang tengah berpose di atas motor tua di bawah pepohonan tinggi hutan ini. Mereka manut saja melakukan gaya sesuai arahan potografer. OK sih untuk posenya, tapi saya tidak merekomendasikan lho para jombloers yang akan menikah melakukan pemotretan prawed ini. Sebab sebelum akad tetap saja si dia bukan mahram. Lagian dari segi efisiensi biaya, prawed ini cukup menjadi beban. Yang paling menyedihkan, begitu undangan dibagikan, orang-orang tak akan mengabadikannya kok. Malah sering berakhir di tong sampah. Kan tragis. Saya memandang sesi prawed ini tak lain hanya soal gengsi semata. *Upss, kok jadi gagal fokus pula tulisan ini ya? Baiklah, kita kembali ke kampung, eh, ke punti kayu maksudnya.
Kami menyusuri segala sudut hutan ini. Ternyata ada beberapa wahana yang turut meramaikan suasana. Ada flying fox buat yang hobi atau berangan-angan terbang dan beberapa wahana outbond.


Ada kebun binatang, wahana bermain anak, dan ada pula spot selfie berlatar luar negeri. Namun yang bikin tak enaknya, semua yang mau dimasuki mesti bayar lagi. Padahal di pintu masuk hutan ini sudah bayar lho ya, termasuk baby pula.


Seperti spot selfi berlatar luar negeri. Itu tak lain adalah replika-replika icon sebuah negara yang di pajang di area poto, yang mana area ini disekat sekelilingnya dengan seng. Dan untuk masuk ke ruang seng ini kamu harus merogoh kocek sepuluh ribu rupiah perorang. Jadi kalo mau poto serombongan keluarga, siap-siap aja dompet cekak. Ya kalo rombongan selusin saja, udah 120 ribu dong ya. Helooowww...zaman sekarang tanpa replika itu pun orang-orang bisa membuat poto dirinya yang berpose di semua negara. Cukup bertandang ke uwak photoshop aja semua beres. Bahkan berpoto gandengan dengan Amir Khan dan Maher Zein pun bisa.

Lain lagi kebun binatang yang kata orang setempat binatang hidupnya hanya segelintir. Harus bayar sepuluh ribu juga untuk masuk ke sini. Wahana bermain anak? Sama aja. Intinya setiap spot yang ada, di pintunya selalu ada label Rp. 10.000/orang.



Nah, ini nih yang bikin saya gak pengen dua kali datang kemari. Terlalu komersil menurut saya. Padahal secara tempat, punti kayu ini sudah sangat menarik lho, mengingat letaknya di tengah kota. Belum lagi pepohonan tinggi yang memberikan kesejukan. Tapi yaaaa gitu, semua serba bayarrrrr.


Lebih maknyos wisata ke Jakabaring yang menyimpan spot wisata yang lebih indah dan menarik. Nantikan ulasan berikutnya, hanya di blog ini.

Bayt Al Qur'an Al Akbar Palembang

Yeay! Akhirnya bisa juga menginjakkan kaki ke Qur’an Akbar ini. sebelumnya, semenjak nikah sudah tiga kali mudik ke Palembang tapi selalu minus janjalan. Cemanalah, asal mudik ada saja acara keluarga, sedang jatah mudik tak sampe seminggu. Nah, untuk yang keempat ini, begitu diajak suami nemenin dia dinas sekaligus ambil cuti seminggu, aku agak ngancam dikit.

“kalo gak janjalan malas ikutlah”.

“Iya, kali ini kita ke Palembang khusus janjalan”. Horeee...!! Aku pun sumringah.

Kami tiba di Palembang rabu malam. Nginap di rumah adik kami yang bungsu. Suami saya dinasnya hari Jum’at. Maka hari Kamis itu, sehari sebelum dinas, kami pun memulai destinasi ke Qur’an Akbar yang selama ini cuma tau dari mulut orang-orang. Namanya saja sudah Qur’an Akbar, maka dalam bayanganku pun akan terpajang sebuah kitab yang guedenya menakjubkan. Sampe-sampe aku berpikir dimanakah ada menjual kertas yang paling besar untuk membuat Qur’an Akbar itu.

Eh, taunya begitu sampai, bayanganku tak sesuai kenyataan. Qur’annya lebih menakjubkan dari yang kukira. Mari berkenalan dengannya!


Bayt Al Qur’an Al Akbar terletak di daerah Gandus, Palembang. Bayt artinya rumah (Bahasa Arab), Akbar artinya paling besar. Maka bisa juga disebut dengan Rumah Qur’an Besar. Tempat ini di bangun oleh seorang anggota dewan RI yang asli berdarah Palembang. Ianya adalah Bapak H. Syofwatillah Mohzaib, seorang pecinta seni kaligrafi. Hasil karyanya yang menonjol adalah kaligrafi dan ornamen yang diukirnya di Mesjid Agung Sultan mahmud Badaruddin II, Palembang. Setelah penyelesaian kaligrafi mesjid itu, beliau pun bermimpi, yang akhirnya mimpi itulah yang menjadi wasilah lahirnya Qur’an Akbar ini. Nih, sejarah singkat berdirinya rumah qur’an besar ini.


Bagaimana tidak menakjubkan, ternyata mushaf Al-Qur’annya bukanlah berbentuk kertas dengan tulisan tinta di atasnya. Melainkan lembaran dan pahatan bacaannya berupa kepingan kayu terbaik dan berkualitas, yakni kayu tembesu, yang harga perkubiknya 2 juta rupiah. Namun di tengah pembuat Al Qur’an ini, kayu tembesu sempat melonjak di harga 10 juta rupiah perkubik. *kalo ini gue harus bilang wow!

Mas Rian, orang yang mengurusi Bayt Qur’an sehari-hari sekaligus jadi guide ke setiap pengunjung yang datang mengatakan bahwa proses pemahatan seluruh ayat Al qur’an ini memakan waktu hingga 7 tahun. Dimulai dari tahun 2002 dan selesai 30 juz di tahun 2009. Pemahatan satu halaman saja butuh waktu 1 bulan. Jadi satu keping kayu itu dipahat paling tidak 2 bulan. Dan dana yang dihabiskan? 1,2 M cyiiin, untuk mushaf saja lho ya. Belum yang lain. Masya Allah!



Perlu diketahui bahwa lokasi pemajangan Al Qur’an ini adalah rumah kediaman bapak Syofwatillah sendiri, tepatnya di halaman belakang. Bangunannya terdiri dari menara yang berfungsi sebagai tempat menggantungnya mushaf,di mana mushaf ini digantung 5 lantai. Lalu ada mimbar dan ruangan yang agak tinggi, dimana bangunan ini muali difungsikan pada tahun 2012. Semula bapak Syofwatillah membangun ini bukan untuk tempat wisata, melainkan untuk tempat pengajian rutin masyarakat agar jama’ahnya betah. Dan benar, tempat itu kian hari kian rame dengan  berita dari mulut ke mulut. Hingga sang waktu menggeser fungsi yang awalnya tempat majlis ta’lim menjadi wahana wisata religi. Tidak dipungut biaya apa pun kepada siapa pun yang berkunjung. Namun di tahun 2014, saat pak Syofwa reuni bersama teman-temannya, salah seorang dari mereka berkata,

“Pak Syofwa curang. Pengen beramal sendiri. Coba dipungut tiket yang nantinya tiket itu difungsikan untuk biaya operasional. Kan orang lain jadi ikut beramal melestarikan Al-Qur’an ini”.

Akhirnya kini Bayt Al Qur’an Al Akbar pun resmi jadi tempat wisata. Tiket masuknya hanya Rp. 5000 saja. Itulah yang digunakan untuk gaji penjaga, dan operasional lain. Selain mushaf, ada satu hal unik lagi yang cukup menarik perhatian, celengan raksasa.

Kalian tau? Celengan ini bukan sembarang celengan. Dulunya ini tempat bersarangnya hiu dan pari. What? Ya gitu. Selain seni kaligrafi, pak Syofwa juga pecinta aquarium. Jadi di rumahnya ini penuh dengan berbagai macam aquarium, mulai dari aquarim mini hingga aquarium raksasa sepanjang dinding. Nah, yang dijadikan celengan raksasa ini dulunya aquarium khusus untuk ikan hiu, paus dan pari. Ckckck...

Yang ini juga dulunya aquarium, sekarang disulap jadi instagram. Haha.. Noh, si abang gak mau melewatkan kesempatan cekrek di sini.

Beberapa meter di samping aquarim ini, terdapat ruangan galeri kaligrafi. Dari celoteh Mas Rian, kami mengetahui bahwa pahatan kaligrafi ini merupakan pahatan yang dibuang sayang, yakni ketika pahatan mushaf qur’an ada yang rusak, salah cetak dan semacamnya, maka dijadikanlah kaligrafi yang tak kalah memukau. Jadi bahan tidak sia-sia. Amazing bukan?



Entahlah, Saat masuk kesini, jiwa rasanya adem banget. saya sampe gak inget pulang, padahal sudah setengah hari kami di sana. tak bosan-bosan memandang mushafnya yang nyata-nyata indah.


Nah, kamu yang bingung mau destinasi kemana, Palembang bisa jadi solusi. Kota yang menyimpan banyak sejarah an pariwisata. Sampai ketemu di tulisan destinasi Palembang selanjutnya.


Pentingnya Melek Teknologi Untuk Dunia Pendidikan

Seiring perkembangan zaman, era globalisasi telah membawa perubahan dengan munculnya revolusi informasi melalui televisi, ponsel, dan internet.  Hal ini berdampak langsung dalam berbagai lini kehidupan termasuk dalam bidang penyelenggaraan pendidikan di semua tingkat satuan pendidikan. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita memang harus membuka diri terhadap segala perubahan, kemajuan dan kecanggihan teknologi, sehingga kita mampu bersaing di skala internasional.
Pentingnya Melek Teknologi
Dewasa ini, negara yang menguasai teknologi akan menjadi sebuah negara yang maju. Kemajuan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Dengan menjadi orang yang selalu update terhadap perkembangan teknologi, maka kita dapat menerima informasi lebih cepat, juga mampu mempermudah komunikasi tanpa dibatasi jarak, ruang dan waktu. Meski demikian, kita tetap dituntut untuk lebih positif dan kreatif dalam memanfaatkannya.
Salah satu perkembangan terbaru dalam bidang ini ialah teknologi multimedia. Teknologi multimedia mampu memberikan dampak positif yang cukup besar khususnya dalam dunia pendidikan.
Berbicara tentang pendidikan, sudah sepatutnya kita turut memperbaiki kualitas pendidikan kita. Saat teknologi berkembang dan hampir semua orang memiliki ketergantungan padanya, maka pendidikan kita mau tidak mau harus memanfaatkan teknologi sebagai medianya. Apalagi di era yang serba digital ini, materi belajar tidak lagi hanya bersumber dari buku teks yang dibagikan di kelas saja, namun juga bisa didapatkan dari berbagai sumber di internet. Saya sebagai seorang guru merasa sangat terbantu dengan kecanggihan teknologi sekarang. Peserta didik pun lebih tertarik belajar sehingga tidak jenuh dengan metode pembelajaran konvensional.
Memaksimalkan Teknologi dalam Memperkaya Pengalaman Belajar
Hadirnya teknologi bukanlah sebuah hal yang mesti dihindari. Namun lebih dari itu, teknologi harus disambut dengan baik dan dimaksimalkan penggunaannya. Di dalam kelas, guru dapat menggunakan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Materi tidak hanya disampaikan dengan cara lama, di mana guru lebih banyak bicara dan menulis di depan kelas. Sementara murid terus mencatat apa yang disampaikan dan ditulis gurunya.
Dengan teknologi khususnya internet dan multimedia, guru dapat menghidupkan antusias dan rasa ingin tahu siswa di kelas. Misal, penggunaan media interaktif dengan memutar video ataupun lagu. Saya yakin, metode belajar mengajar seperti ini akan membuat suasana kelas lebih hidup. Dengan variasi gaya mengajar yang kekinian dengan menggabungkan teknologi digital, akan membuat siswa gemar belajar dan mengerjakan tugas. Dengan demikian, tingkat keberhasilan siswa dalam belajar juga akan meningkat.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa saat ini, kita hidup di dunia dalam lingkaran teknologi. Begitu pula dengan mereka yang lahir antara tahun 1995-2011. Generasi ini kemudian dikenal dengan nama Generasi Z. Generasi ini juga dikenal sebagai generasi internet dan Digital Natives.
Nielsen, lembaga riset dan media informasi asal Inggris merilis hasil surveinya pada 26 Juli 2017 lalu melalui laman websitenya. Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 17.000 orang dari 11 kota di Indonesia pada usia 10 tahun ke atas ini menghasilkan laporan yang menyatakan bahwa pada tahun 2017 lalu, generasi Z (generasi anak umur 10-19 tahun) menduduki peringkat kedua pengguna internet terbesar di Indonesia. 


Berdasarkan data di atas, tentu kita dapat memahami bahwa sebagian besar orang sudah menyukai teknologi internet. Maka seharusnya internet dimanfaatkan untuk menggali berbagai informasi positif dan edukatif.  Jika kita mampu memberdayakan teknologi dengan baik, maka kita akan bisa merasakan manfaatnya. Berikut salah satu contoh manfaat teknologi dalam dunia pendidikan. 

Rumah Juara sebagai Media Belajar yang Tepat
Berhubung teknologi internet telah melejit, maka kegiatan belajar mengajar pun telah banyak dilakukan secara online. Selain itu, hadir pula berbagai situs yang menjadi wadah pemecah persoalan siswa dalam belajar, juga mempermudah proses belajar peserta didik, salah satunya adalah Rumah Juara. Rumah Juara memiliki tiga fitur utama, yaitu media interaktif, ebook, dan bank soal. Untuk dapat mengaksesnya, kita diharuskan memiliki akun di Rumah Juara. Di sini, saya mencoba membuat akun dengan  mendaftar sebagai orangtua.
Adapun manfaat yang didapatkan cukup banyak. Dan yang pasti, rasa ingin tahu anak terhadap ilmu pengetahuan semakin besar. Anak pun semakin sering belajar di Rumah Juara menggunakan gadget yang ada di tangannya. 

Yuk, kita kupas satu persatu fitur utama dari Rumah Juara.
Pertama, ada media interaktif. Fitur ini berisi materi pembelajaran yang dikemas secara menarik sesuai dengan kurikulum pemerintah yang sedang berlaku, yaitu K13. Materi di dalamnya berupa video, audio, permainan interaktif, dan gambar-gambar visual yang membuat anak semakin gemar membaca.

Kedua, ada fitur ebook. Sebagai orangtua, saya tidak kesulitan lagi untuk menemukan buku-buku cerita anak/ dongeng. Karena di Rumah Juara, sudah tersedia banyak ebook parenting yang dapat diunduh secara gratis melalui aplikasi di Android.


Ketiga, ada fitur bank soal. Fitur ini cukup banyak membantu anak dalam berlatih persiapan ujian maupun mengasah kompetensinya. Terdapat ribuan soal yang secara acak akan ditampilkan melalui fitur ini.

Buat kamu yang saat ini berstatus sebagai orangtua dan memiliki anak yang duduk di bangku sekolah dasar, yuk segera daftar dan berlangganan aplikasi Rumah Juara. Aplikasi ini sedang dalam masa promo hingga Juni 2018. Jika harus membayar, cukup murah kok untuk pendidikan! Oh ya, sudah ada 4.500 pengguna yang juga berlangganan lho! Ini menunjukkan bahwa Rumah Juara adalah media pendidikan yang tepat bagi generasi yang tengah melek teknologi.
Nah, sedangkan bagi kamu yang memiliki profesi guru SD, kamu bisa ikut kontribusi di Rumah Juara. Bagaimana caranya? Yuk, pantau websitenya sekarang. Jangan sampai ketinggalan ya!