Bank Penyimpanan Sel-Sel Reproduksi

Sebagai manusia normal, tentunya setiap orang menginginkan keturunan untuk melanjutkan generasi. Namun tak semua beruntung dalam hal ini. Yang Maha Kuasa telah mengatur siapa saja yang Ia beri keturunan siapa saja yang tidak. Meski demikian, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa berketurunan. Kemandulan dapat terjadi kepada siapa saja baik pria maupun wanita. Hal ini bisa terjadi karena kondisi kesehatan ataupun keturunan. Risiko kemandulan yang saat ini sering terjadi adalah kemandulan akibat kanker pada organ reproduksi pria atau wanita, terlebih di usia muda.

Tetapi saat ini, di belahan bumi barat sana sudah diterapkan sistem pembekuan sel telur dan sperma untuk mengatasi infertilitas. Misalnya begini. Seseorang sebenarnya subur. Namun karena penyakit yang di derita (semisal kanker), pengobatan yang dilakukan berupa kemoterapi kemungkinan akan menghambat kesuburan. Jadi sebelum pengobatan berlanjut, seorang wanita atau pria bisa melakukan pembekuan sel telur maupun sperma saat masih subur. Sel-sel itu akan di simpan untuk kemudian bisa dipakai atau disuntikkan kembali ke rahim jika ingin hamil kembali setelah selesai melakukan pengobatan kanker.

Diagnosis fertilitas pria dan wanita harus dilakukan oleh dokter spesialis yang kompeten agar hasilnya akurat. Ada banyak cara untuk menjaga kesuburan seseorang. Tapi pada kasus tertentu kesuburan seseorang dapat hilang seperti apabila ovarium wanita diangkat atau testis seorang pria rusak.


Beberapa hal yang perlu kita ketahui adalah:

1.Bank sel telur dan sperma

Bank penyimpanan sel telur dan sel sperma adalah istilah yang digunakan untuk tempat pengawetan sel telur dan sperma. Sel telur dan sel sperma diawetkan dengan cara dibekukan. Pembekuan dilakukan pada sebuah kulkas dan ruangan khusus dengan suhu yang sangat rendah. sel-sel tersebut akan ditidurkan dan dijaga kesehatannya.

2.Hal yang sangat lumrah di negara barat

Pembekuan sudah menjadi hal yang biasa di negara-negara barat. Bahkan ada yang melakukannya dengan sukarela sebagai bahan uji coba penelitian ilmiah. Ada juga yang melakukannya agar dapat mendapat keturunan dikemudian hari. Sebagai contohnya adalah orang orang yang memiliki kanker pada organ reproduksi.

3.Alasan paling banyak melakukan pembekuan adalah kanker

Sebelum kanker semakin parah dan menyebakan kemandulan, beberapa sel telur dan sel sperma yang masih sehat dapat diambil dan dimasukan dalam tabung. Lalu pembekuan dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Kemudian dapat digunakan di kemudian hari apabila akan dibuahi. Semua fasilitas ini tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

4.Perlunya pemeriksaan medis

Untuk mendapatkan izin pengawetan sperma dan sel telur
perlu dilakukan pemeriksaan. Pada awalnya dilakukan diagnosis fertilitas secara menyeluruh. Karena tidak semua sel telur atau sperma dapat diawetkan. Apabila kondisi seseorang memang sudah mandul sejak awal maka tidak bisa dilakukan pembekuan.

5.Tidak semua boleh melakukan pembekuan

Kondisi yang bisa dilakukan pembekuan adalah kondisi seseorang yang subur yang dikhawatirkan kemudian hari akan mandul karena kondisi kesehatan tertentu seperti kanker. Bila syaratnya sudah terpenuhi, barulah pembekuan dapat dilakukan.

Tidak ada komentar