Sisi Lain Ikhtiar Kehamilan

doc.pribadi
Dear pasangan yang sedang menanti buah hati,

Sungguh aku memahami perasaan kalian yang tak jua kunjung dikaruniai momongan. Tentu kalian juga sudah melakukan ikhtiar mulai dari dokter sampe ke tukang urut. Tiap bulan was-was dan berharap tamu bulanan berhenti bertamu. Ada pula yang selalu menangis saat mengetahui orang lain lagi hamil. Yang paling mengenaskan saat mendengar ocehan orang lain yang seakan-akan lebih kuasa dari pada tuhan. Take a long breath, keep calm and be patient dear!

Apa yang kalian lakukan sebagai bentuk usaha sudah benar. kadang, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga diperlukan pengorbanan dan kesabaran seluas samudera Hindia dan kebesaran jiwa sebesar gunung Uhud. Namun disela ikhtiar medis dan obat kampung yang dilakukan, ada ikhtiar lain yang kadang luput dari perhatian, padahal ianya merupakan ikhtiar yang cukup berpengaruh. Well, let’s see!
1. Introspeksi diri
Ini sangat penting mengingat hak pemberian anak itu benar-benar hak prerogatif Allah. Mau seperti apa pun usaha yang dilakukan, kalau yang kuasa masih belum ingin memberi, ya tetap belum. Ada baiknya kita mengkaji-kaji diri kembali guys, adakah kita alpa? Atau mungkin ada dosa yang luput dari ingatan dan perhatian? Maka perbanyaklah istighfar dan mulailah menata diri untuk kita lebih dekat kembali dengan Yang Maha Kuasa. Bukankah salah satu penghalang dikabulkannya do’a itu adalah dosa dan kemaksiatan? Yuk ah kita sama-sama bertaubat dengan ikhlas.

2. Meminta maaflah pada mantan


Alkisah, tersebutlah sepasang kekasih di pesisir barat sumatera utara sana. Keduanya menjalin kasih hingga ke palung hati paling dalam. Hingga suatu saat sang bidadari pergi merantau. Diikatlah janji bahwa sejoli saling menunggu, tak ada khianat dan mendua hati. Namun malang, di perantauan sang bidadari mendengar kabar bahwa lelaki hati telah bersanding di pelaminan tanpa kabar dan tanpa sepucuk surat merah. Di tengah hatinya yang perih dan hancur terbunuh, ia melontar kata yang menjadi do’a, “semoga kau tak berketurunan”. Menggelegarlah langit menyambut do’a orang yang tersakiti. Hingga kini sang lelaki sungguh tak memiliki anak padahal harta cukup melimpah.

doc.pribadi

Kita sudah tau kan bahwa doa orang yang tersakiti dan terzholimi itu makbul? Karena itu pula Allah melarang berpacaran sebenarnya. Satu dari sekian mudharatnya ya ini, tersakiti dan menyakiti. Sedang hati belum tentu bisa saling menerima dengan lapang dada.

Apa yang didoakan si perempuan sebenarnya juga tidak baik. Memaafkan jauh lebih mulia, tapi tiada pula larangan untuk orang yang terzholimi menengadahkan tangan ke langit. Jadi kalau kira-kira punya mantan bahkan dulu pisahnya tidak baik-baik, maka cobalah silaturahim dan meminta maaf. Siapa tau sang mantan bertutur seperti kisah di atas. Jika sudah tidak tau lagi di mana rimbanya sang mantan, maka perbanyaklah memohon ampun pada Allah Ta’ala. Sebanyak-banyanya.

3. Sayangi anak yatim


Jangan sekali-kali menyepelekan anak yatim. Sebab anak yatim itu manusia keramat guys. Do’anya lempang menembus langit yang tujuh tanpa penghalang. Maka beri makanlah, sayangi dan santunilah dengan hati. Bukan dengan pencitraan. Akan menjadi ingatan di hati mereka sesiapa yang menyayangi dan menyantuni mereka, sehingga kita pun akan hadir dalam do’a - do’a mereka. “Semoga apa yang ibu inginkan dikabulkan oleh Allah”, saat mereka berkata begini, sambutlah dengan ucapan atau gumam dalam hati, “kabulkan do’a anak ini ya Allah, aku ingin punya anak”. Insya allah, haqqul yakin, Kun Allah akan berlaku.

4. Do’akanlah orang yang sedang menanti anak juga


Salah satu doa yang dikabulkan adalah do’a seorang hamba yang diam-diam mendo’akan kebaikan bagi saudaranya.

”Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (H.R. Muslim)

Maka saat kita beribadah lalu berdoa, sebutlah nama teman-teman atau pun sanak famili kita yang juga sedang menanti. “Ya Allah, berilah si fulan keturunan yang sholih-sholihah”, misalnya begitu. Niscaya kita pun akan mendapatkan yang sama karena malaikat turut mengaminkan. Lakukan sesering mungkin.

Akhirul kalam, saya mendo’akan semoga kiranya para pasangan yang telah bertahun-tahun menanti Allah segerakan meniupkan sesuatu yang hidup di rahim bunda-bunda semua. Saya pun dulu 15 bulan menunggu. Tiap dengar orang hamil nangis, saat M sedih, dan perih omongan orang pun sudah saya cicipi. Bapak-bapak pula itu salah satunya yang nyinyir. Duuuh, rasanya saat itu mau saya kasih daster dan bando pink deh untuk beliau. Biar terkunci mulut nyinyirnya itu.

Astaghfirullah, jadi dosa deh ngedumel lagi. Udah ah, selamat mencoba ya bun. Semoga tulisan saya ini bermafaat dan membawa berkah.


17 komentar

  1. Waduh point no 2 yak bahaya juga. Emang ada baiknya dengan masalalu itu harus saling memaafkan dulu agar kiranya tak ada doa-doaa yang tak diinginkan.

    BalasHapus
  2. Bagian nomor 2, aku kira bakalan ditulis minta maaf kepada ibu, Mbak. Ternyata kepada mantan. ��
    Ibu yg tersakiti oleh anaknya juga bisa menyebabkan si anak sulit mendapat keturunan, walaupun si ibu tidak secara langsung mendoakan anaknya 'tidak berketurunan'. cmiiw

    BalasHapus
  3. Poin nomor 1 penting banget menurutku. Mulai dari diri sendiri dulu. Namun, penting juga untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kandungan untuk screening. Banyak hal yang memengaruhi terjadinya kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan ahlinya agar bisa dibantu untuk mencari solusi bersama.

    BalasHapus
  4. masha allah, doakan orang yang sedang ikhtiar juga, sangat setuju kak agar rasanya sama-sama merasakan nikmat dan berkat dari Allah. rasanya ikut dua kali merasa lagi ya kak

    BalasHapus
  5. Semoga lancar kehamilannya mbak. Akhirnya yang dinanti sampai juga. Bahagia ya mbaa

    BalasHapus
  6. Ikhtiar gak pernah mengkhianati hasil. Semoga apapun yg diikhtiarkan bisa terwujud dgn cara yang terbaik ya mbak. Dan semoga buah hatinya menjadikan bekal ayah ibunya ke surga. Aamiin.

    BalasHapus
  7. Yang doa mantan terdzolimi itu manjur banget ya, jleb deehh. Tapi benar sih, kenapa juga si pria tidak memberi kabar.

    Anyway, semoga lancar hamilnya ya Mbak. Sehat selamat tuk persalinannya nanti, Aamiin :)

    BalasHapus
  8. Begitu ya rupanya ikhtiar untuk hamil. Tidak mudah memang. Doa terbaik untuk mba dan dedek bayi di dalam perut. Moga2 lancar2 dan sehat2 selalu ya buat mba dan dedek bayi:)

    BalasHapus
  9. Saya turut mengaminkan doa di penutup tulisan ini. Salam dari saya yang juga kosong agak lama setelah menikah. Insyaallah kita percaya apa yg sudah ditetapkanNYA. Semangat buat semua yg tengah berikhtiar.

    BalasHapus
  10. Duh kalo dinyinyirin itu, semoga bisa membuat kita mendapat gartis pahala ya.

    Kalau soal kehamilan, selain hal ini, mungkin pemeriksaan medis juga perlu dilirik sesekali.

    Lagipula baru menikah sekian bulan itu, kalau belum juga hamil kan, bukanlah dosa atau apapun yang pantas jadi bahan nyinyiran. Mana kalau sudah punya buah hati, pernjuangan menghadapi ocehan lingkungan sebenarnya akan lebih banyak lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak. Manusia mah gak pernah usai komentarnya

      Hapus
  11. Semoga yang sudah dapat momongan diberikan kesabaran untuk merawat dan membesarkan ..sementara yg belum.. diberikan kesabaran juga untuk terus berupaya dan berusaha..amin

    BalasHapus
  12. Wahhh.. ternyata memang sangat kompleks yak, terimakasih banyak informasi nya

    BalasHapus
  13. aduh...jd keinget kalau saya jg pernah sumpahi mantan. tapi saya berdoanya semoga saya lebih hidup bahagia dibanding dia. hihi. ah minta maaf pada mantan emang perlu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hah? Beneran mbak? Jd skrg gimana kgidupan mantannya? #kok aku jd kepo? Hehehe

      Hapus
  14. Saya baru menikah dan belum diberi amanah juga. Baca postingan ini jadi keinget mantan yang duluan nikah tapi belum dpaat juga. Terus mikir, apa kami belum saling memqafkan ya? Kwkwkkwkw

    BalasHapus